Sukoharjo – Mengangakat tema ‘Menelisik Agenda Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Era Adaptasi Kebiasaan Baru’, LP2M IAIN Surakarta adakan seminar online sekaligus merayakan buku ‘Rahayu Nir Sambikala pada Kamis (06/08).

Bertindak sebagai Narasumber dalam kegiatan ini Prof. Dr. H. Mudofir, M.Pd (Rektor IAIN Surakarta), Dr. Nihayatul Wafiroh, M.A (Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dan Akademisi), Dr. Mahrus el-Mawa, M.Ag (Kasi Penelitian dan Pengelolaan HKI Dit. PTKI Pendis Kemenag RI), Dr. Imam Makruf, M.Pd (Wakil Rektor 1 IAIN Surakarta), dan Dr. Islah Gusmian, M.Ag (Dekan FUD IAIN Surakarta).

Mengawali kegiatan ini, Dr. Zainul Abas, M.Ag selaku ketua LP2M IAIN Surakarta mengatakan bahwa kegiatan ini diadakan untuk mensyukuri sekaligus merayakan hadirnya buku ‘Rahayu Nir Sambikala’ buah karya dosen-dosen IAIN Surakarta. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari dosen IAIN Surakarta yang berisi refleksi selama pandemi covid-19 dari berbagai disiplin keilmuan.

Harapannya buku ini akan menjadi catatan dan monumen sejarah yang ditorehkan oleh para dosen IAIN Surakarta, yang nantinya dapat dikenang oleh para generasi penerus.
Sementara itu, Rektor IAIN Surakarta mengapresiasi kegiatan dan lahirnya buku tersebut.

Bertindak sebagai keynote speaker, Prof. Dr. H. Mudofir memberikan catatan penting tentang pandemi dan pergeseran tatanan baru di masyarakat. Beliau juga menyoroti perkembangan pendidikan dan pentingnya menyajikan catatan-catatan sejarah soal wabah dan bencana. Pihaknya juga mendorong lahirnya karya-karya baru yang akan dihasilkan oleh para dosen di lingkungan IAIN Surakarta.

“Saya bangga atas lahirnya karya penting dan monumental ini, sekaligus akan terus mendorong tumbuhnya kajian-kajian sebagai sumbangan intelektual masa pandemi. Memang seharusnya, aktifitas kepenulisan ini harus menjamur dan tumbuh pesat saat covid-19 ini. Mengingat banyak waktu yang bisa dimanfaatkan selama bekerja di rumah,” ujar Prof Mudhofir.

Bertindak sebagai narasumber pertama, Dr. Mahrus el-Mawa turut mengapresiasi buku ini. Beliau mengatakan bahwa buku yang lahir pada masa pandemi ini menyuguhkan ragam perspektif. Sebagai kapasitasnya sebagai pejabat yang menggawangi penelitian di Kementerian Agama, beliau berpesan agar tulisan-tulisan ini sekaligus menjadi bahan kajian awal dan didalami secara lebih serius.

“Beberapa tulisan di dalam buku ini dapat dianggap sebagai sebuah proposal riset, meski masih sebatas opini. Sehingga masih dapat dikembangkan menjadi sebuah penelitian dengan penambahan data yang tidak mengesampingkan aspek teoritis dan kritisisme,” kata pria yang akrab disapa Kang Ayus ini.

Adapun Wakil Rektor 1 IAIN Surakarta, Dr. Imam Makruf pada kesempatan ini lebih banyak memberikan catatan pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di era Adaptasi Kebiasaan Baru ini. Sebagai leading sektor pengembangan akademik di lingkungan IAIN Surakarta, pihaknya menyampaikan beberapa rancangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan mengikuti konsep ‘kampus merdeka’.

Konsep tersebut akan dituangkan dalam kebijakan sekaligus aksi nyata. Beberapa hal seperti penelitian dan pengabdian harus ditindak lanjuti dalam merumuskan kebijakan. Dengan begitu, maka kegiatan penelitian dan pengabdian memberikan dampak nyata pada level institute. Beliau juga mengajak untuk terus bersikap SMART di masa New Normal ini, dengan terus bersikap Ilmiah, melakukan manajemen waktu yang baik, mengajak mitra berkolaborasi sesuai roadmap yang jelas, dan terus menulis.

Foto cover buku Rahayu Nir Sambikala

Bak gayung bersambut, narasumber dalam seminar online ini saling melengkapi. Dr. Islah Gusmian (Dekan FUD, IAIN Surakarta) menyampaikan inspirasi peta riset yang dapat digali pada masa pandemic ini. Misalnya riset tentang institusi keagamaan yang banyak bergeser, wacana fikih pandemi yang telah banyak mengalami perubahan dari masa normal, perilaku keluarga dan masyarakat, sejarah wabah, dan sains. Beliau mengatakan banyak hal yang dapat digali dalam kegiatan penelitian dengan melihat hubungan manusia, tuhan dan alam.

Selanjutnya, bertindak sebagai narasumber terakhir dalam kesempatan ini, Dr. Nihayatul Wafiroh, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku ini. Beliau juga menyampaikan bahwa selama pandemi ini, para akademisi telah memberikan kontribusi terbaiknya, mulai dari pendidikan, konsultasi, seminar online, penggalangan dana, dan lainnya. Namun hal ini perlu terupdikembangkan dan ditingkatkan. “Masih banyak PR bersama dalam penanggulangan masalah bangsa bersamaan dengan munculnya wabah covid-19 ini. Misalnya peningkatan kesadaran masyarakat tentang wabah, kasus KDRT selama pandemi, isu disabilitas, gender, dan lain sebagainya.

Kesemuanya memerlukan uluran tangan para akademisi yang dapat diimplementasikan dalam aktifitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga hasilnya dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa secara lebih luas,” ujar perempuan asal Banyuwanyi ini.

Sebagai penutup, M. Zainal Anwar, Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Surakarta, yang bertindak selaku moderator menegaskan bahwa kehadiran buku ini diharapkan menjadi inspirasi tema-tema riset dan pengabdian kepada masyarakat khususnya di masa adaptasi kebiasaan baru. Ke depan, LP2M IAIN Surakarta akan secara khusus memperbincangkan beberapa tema yang ada di dalam buku “Rahayu Nir Sambikala : Refleksi Dosen IAIN Surakarta Selama #dirumahaja” (Nur Rohman)

 156 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini