Islamsantunorg. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Q.S. Fushshilat: 30)

Kapankah malaikat turun menjumpai manusia? Amalan apa yang menyebabkan malaikat turun untuk menjumpai manusia?

Dua pertanyaan di atas dijawab oleh ayat ke-30 dari surat Fushshilat, yang penulis kutip di awal tulisan ini.

Para malaikat akan turun menjumpai manusia pada saat kematian menjemputnya, ketika berada di alam kubur dan ketika ia dibangkitkan. Tetapi tidak semua manusia mendapatkan keistimewaan seperti ini. Hanya manusia dengan kualitas tertentu yang mendapatkan perlakuan istimewa seperti ini.

Lantas, amalan apa yang menyebabkan malaikat itu akan turun menjumpai manusia? Siapakah orang-orang yang beruntung mendapatkan perlakuan istemewa tersebut?

Para malaikat akan turun menenangkan jiwa orang-orang mukmin yang istiqamah pada keimanannya, dengan memberikan rasa aman dari ketakutan ketika kematian menjemput, menghilangkan rasa sedih akibat berpisah dengan sanak keluarganya, dan mengatakan bahwa Allah adalah pengganti dari semua yang ditinggalkannya itu. Para malaikat juga memberikan kabar gembira berupa ampunan atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat, serta mengabarkan bahwa amalnya diterima Allah Swt. Dan yang tidak kalah menggembirakan adalah kabar tentang surga yang dijanjikan, yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia. Demikian penjelasan Ibn Katsir tentang ayat tersebut.

Sungguh betapa beruntung dan bahagianya orang-orang mukmin yang istiqamah dengan keimanannya itu. Di saat sakaratul maut, malaikat turun menenangkan jiwanya, menghibur hatinya. Di alam barzakh (kubur) nanti, malaikat pun setia mendampinginya. Dan di hari kebangkitan (yaum al-ba’ts) nanti, malaikat pun turut membimbingnya menuju padang mahsyar.

Tak henti-hentinya para malaikat menenangkan jiwa-jiwa mereka, menentramkan batin-batin mereka, menghilangkan rasa sedih dan gelisah, menunjukkan pintu kebahagiaan berupa surga yang dijanjikan.

Kunci untuk mendapatkan kemuliaan tersebut adalah istiqamah. Istiqamah adalah sikap konsisten, tetap teguh memegang prinsip, ajeg, tidak mudah goyah.

Istiqamah dalam ibadah ialah dengan tetap menjaga kualitas ibadah agar tidak surut, bahkan terus naik. Tidak peduli apa pun kondisi yang tengah kita alami, ibadah tak kenal henti. Di saat senang menghampiri, semangat ibadah pantang berhenti. Di saat susah menjumpai, kualitas ibadah justru semakin tinggi.

Istiqamah dalam beramal ialah dengan tetap menjaga kualitas amaliyah kita. Tidak karena sanjung puji, amal kita menjadi tinggi. Pun tidak karena caci maki, amal kita jadi terhenti. Apa pun yang kita lakukan tidak lain hanya mengharap ridla Ilahi.

Dengan tetap menjaga keistiqamahan dalam diri hingga akhir hayat nanti, insya Allah malaikat pun akan turun menjumpai kita di saat ajal menghampiri, di alam barzakh nanti, dan di hari semua manusia di bangkitkan untuk menghadap Allah Rabbul ‘Izzati.

* Ruang Inspirasi, Ahad, 1 Agustus 2021.