Cobalah sesekali kita perhatikan status-status yang kita posting ‎di beranda facebook atau status WA kita. Mana yang lebih mendominasi. Apakah status ‎bernada negatif seperti keluhan, kegalauan, kesedihan, kekecewaan, ‎ataukah status yang bernada positif seperti motivasi hidup, kalimat-‎kalimat penuh semangat yang menggugah?‎

Jika status yang kita posting di beranda facebook dan WA kita lebih ‎berisi hal negatif seperti keluhan, kekecewaan, kegalauan dan hal-hal ‎negatif lainnya, berhati-hatilah, karena hidup kita tidak akan beranjak ‎dari hal-hal negatif seperti yang kita tulis di status-status kita itu.‎

Sebalik keadaan, jika postingan kita di beranda facebook atau WA lebih ‎banyak berisi hal-hal positif seperti kalimat motivasi yang ‎menyemangati diri, ungkapan-ungkapan penuh hikmah yang ‎menggugah, berbahagialah, karena kemungkinan besar hidup kita ‎akan dipenuhi oleh-hal-hal positif. Ini serius!‎

‎“You are what you write.” Kamu adalah apa yang kamu tulis. ‎Karena tulisan adalah ungkapan pikiran dan perasaan. Layaknya teko ‎yang akan mengalirkan air yang ada di dalamnya, maka tulisan kita ‎adalah wujud dari apa yang ada di dalam diri kita. ‎

Kita semua mafhum bahwa bermula dari memilih kata, berlanjut ‎dengan menentukan sikap, kemudian menjadi sebuah kebiasaan ‎‎(habit). Ya, begitulah hidup kita. Kata yang kita pilih akan menentukan ‎sikap kita. Sikap yang kita pilih akan menentukan kebiasaan kita. ‎Kebiasaan yang kita lakukan akan menjadi karakter atau kepribadian ‎kita.‎

Dari sini bisa disimpulkan, bahwa memilih kata, baik yang akan ‎diungkapkan melalui lisan ataupun tulisan, akan sangat memengaruhi ‎kehidupan kita selanjutnya.‎

Seseorang yang selalu hati-hati dalam memilih kata untuk ‎diungkapkan, disampaikan kepada orang lain ketika berbicara atau ‎menulis, kemungkinan besar hidupnya lebih tertata, sikap dan ‎perilakunya lebih baik, dan kepribadiannya lebih santun.‎

Mengapa demikian? Ya, karena seseorang itu tergantung ‎kebiasaan yang dilakukannya. Jika untuk berbicara atau menulis saja ‎dia hati-hati memilih kata, maka untuk hal lain yang lebih besar tentu ‎dia juga akan lebih hati-hati lagi.‎

Hemat penulis, memilih kata yang tepat di saat yang tepat, ‎menunjukkan kedewasaan berpikir seseorang. Ada sebuah ungkapan ‎dalam bahasa Arab yang menyatakan, “Likulli maqaamin maqaalun wa ‎likulli maqaalin maqaamun”. Di setiap tempat ada ungkapan yang ‎tepat. Dan setiap ungkapan ada tempat yang tepat.‎

‎Memilih kata atau ungkapan yang positif dan tepat akan ‎menggugah dan menggerakkan. Sedangkan menggunakan kata yang ‎negatif akan semakin memperpuruk keadaan.‎

* Ruang Inspirasi, Jumat, 11 Juni 2021.