Nabi Muhammad SAW adalah manusia terbaik (khairul anam) baik secara fisik, perangai dan jiwanya. Secara empiris dan biologis, nabi pertama yang menginjakkan kaki di muka bumi memang Nabi Adam AS, tapi secara metaempiris, adalah Nabi Muhammad SAW yang menjadi nabi pertama. Sebelum segala sesuatu diciptakan, Allah terlebih dahulu menciptakan Nur Muhammad.

Dalam kitab Nuruddholam diriwayatkan:

Suatu ketika, Sayyidah Aisyah RA berkata kepada Sayyidah Fatimah az-Zahra’ RA.

“Saya lebih baik dari ibumu (Sayyidah Khadijah RA) Karena Rasulullah SAW menikahi ibumu yang seorang janda, sedangkan ketika Rasulullah menikahiku, aku seorang perawan.”

Pernyataan itu kemudian banyak menganggu Sayyidah Fatimah yang lalu memilih mendatangi Nabi, menyampaikan apa yang telah disampaikan oleh Sayyidah Aisyah kepadanya. Rasulullah kemudian berkata kepada putri kesayangannya itu.

“Katakan kepada Aisyah, Anda benar, Rasulullah memang menikahi ibuku dengan status sebagai janda, dan Rasulullah menikahi Anda dengan status sebagai seorang perawan. Akan tetapi, ketika Rasulullah menikahi ibuku, beliau sebagai seorang perjaka, sedangkan ketika menikahi Anda, Rasulullah sudah pernah menikah. Keperjakaan Rasulullah lebih baik dari keperawan Anda.”

Sayyidah Aisyah kemudian berkata.

“Bersyukurlah duhai Fatimah atas pengetahuanmu tentang jawaban ini.

Riwayat ini, kalau dilihat secara sepintas rasanya sangat vulgar, atau membicarakan seputar keperawanan dan keperjakaan dalam sebuah rumah tangga Rasulullah. Diskusi antara seorang anak perempuan, orang tua laki-laki dan ibu tiri ini, bagaimana tidak ada rasa malu dalam urusan kebenaran, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah al-Ahzab:

Imam as-Syarqawi berpendapat tentang urutan wanita paling utama sejagad raya dan sepanjang masa. Pertama adalah Maryam binti Imran, kedua Sayyidah Fatimah az-Zahra’, ketiga Sayyidah Khadijah al-Kubra, keempat Sayyidah Aisyah RA.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد