RABU 29 Oktober 2020 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Surakarta (IPNU & IPPNU) bersama dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM ) Pelajar Islam Indonesia (PII) menggelar Deklarasi Pelajar Islam Surakarta.


Deklarasi diikuti sebanyak 200 kader penggerak IPNU, IPPNU, IPM dan PII bertempat di Hotel Syahid Jaya dengan mengangkat tema ‘Mengobarkan semangat Nasionalis Pelajar Islam Surakarta”, sekaligus memperingati hari  Sumpah Pemuda.

Dalam sambutanya Ruzain, selaku ketua panitia menyampaikan, diadakannya deklarasi untuk menjaga dan mempererat ukhwah islamiyah antar pelajar Islam di Kota Surakarta.
Dari berbagai latar belakang Pelajar Islam Surakarta mampu bersatu dan berkomitmen untuk merawat persatuan kesatuan, memperkuat jiwa nasionalisme, serta menjaga prinsip dalam beragama, berbangsa dan bernegara.

Hadir pada acara deklarasi Walikota Kota Surakarta, anggota DPRD Kota Surakarta, jajaran TNI – POLRI, perwakilan dari  PCNU Kota Surakarta dan PDM.

Dalam sambutannya KH. Sugeng Nur Cholis mewakili PCNU Kota Surakarta menyampaikan,  penting membangun persatuan dan kesatuan untuk memupuk kebersamaan di ranah pemuda Islam. Kecerdasan pemuda  bukan hanya dari segi intelektual tetapi juga spiritualnya.

Deklarasi Pelajar Islam Surakarta bertujuan.


1. Merawat dan mempererat Ukhwah islamiyah di kalangan Pelajar Islam Surakarta serta memperkuat jiwa Nasionalisme.
2. Menguatkan Falsafah Pancasila yang dijiwai Ketuhanan yang Maha Esa serta melindungi ideologi yang bertentangan dengan Ideologi NKRI.
3. Merawat dan memperkuat prinsip-prinsip agama dalam berbangsa dan Bernegara.
4. Mencegah segala penyalahgunaan Narkoba dan perilaku pergaulan bebas serta bullying dikalangan pelajar
5. Mencegah penyebaran HOAX dan penggunaan isu SARA untuk kepentingan pilkada dan berbagai bentuk pemilihan lainnya demi kenyamanan, keamanan dan ketentraman di Masyarakat.

Acara ditutup oleh Tausyiah  Gus Mustain Nasoha Al Hafidz dari Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta. Dalam tausyiahnya Gus Mustain menerangkan bahwa pemuda sekarang adalah pemuda pemimpin masa depan, sebagai pemuda harus berbangga diri dan bersyukur karena diciptakan mulia di mata Allah SWT. Di tangan pemudalah masa depan bangsa Indonesia, di tangan pemuda juga perintah kejayaan dari umat, dan di kaki pemudalah kemajuan suatu bangsa dititipkan oleh Allah SWT.

Sebagai generasi penerus, pemuda harus bersemangat dalam belajar dan harus berilmu dalam suatu kondisi apapun. Jiwa nasionalisme dan patriotisme tertinggi hendaknya tertanam dalam di dalam hati para pemuda. Karena mencintai Tanah Air adalah kewajiban setiap warga negara sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Muahmmad SAW di mana beliau sangat mencintai negaranya dan rela berkorban untuk bangsanya sebagaimana dikatakan Syekh Ismail Haqqi Al Hanafi Al Kholwati dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan dan beberapa tafsir yang lain.

Kemudian Gus Mustain juga mengutip pesan Syekh Abdul Qodir Audah yang menekankan dalam Kitabnya Tasyriul Jina’i Al Islam menekankan tentang pentingnya setiap warga negara khususnya pemuda untuk memastikan  tegaknya hukum dan keadilan di negaranya.

 66 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini