Surakarta – “Membangun media sosial tak ubahnya seperti membangun investasi. Media sosial adalah alat yang paling relevan untuk membangun reputasi dan personal branding.” Hal itu diungkapkan Agus Mulyadi dalam acara workshop prodi KPI dengan tema “Menjadi Praktisi Media di Era Digital”, Jumat (4/3/2022).

Acara tersebut diadakan di aula P2B UIN Raden Mas Said Surakarta dan diikuti 70 mahasiswa pegiat Lab Permata TV dan Radeka FM.

Dalam kesempatan itu Agus Mulyadi menjelaskan bahwa media sosial memiliki keunikan tersendiri, yang tidak dimiliki oleh televisi (TV). Menurutnya, dalam bermedia sosial seorang tidak perlu menjadi profesional. Hal demikin berbeda dengan TV, yang dituntut harus profesional.

“Media sosial berbeda dengan TV. TV mau tidak mau harus profesional. Tapi media sosial tidak ada konsep yang profesional. Bahkan, konten yang tidak profesional terkadang malah lebih laku. Hal seperti itu tidak dapat ditemukan di TV,” ungkap Agus.

Influencer kelahiran Magelang itu mencontohkan, di kanal Youtube fikrifadlu terdapat satu video dengan judul “Diwan Makan Bakso” memperoleh sambutan yang luar biasa dari warganet. Sampai saat ini, video tersebut sudah ditonton lebih dari 122 juta penonton. Padahal, video tersebut tampak biasa saja, tidak dikonsep dengan profesional.

“Ini adalah salah satu contoh kalau media sosial tidak mengenal konsep profesional. Nyatanya, video ‘Diwan Makan Bakso’ lebih banyak ditonton ketimbang videonya Nex Carlos yang notebene profesional,” tutur Agus, sembari menunjukkan materinya ke peserta.

Agus Mulyadi juga membeberkan tips dalam bermedia sosial kepada para peserta. Dalam membuat konten, kata Agus, setidak-tidaknya harus mengandung salah satu dari lima unsur. Lima unsur tersebut  adalah informasi, relevansi, emosi, solusi, dan kompetensi.

“Konten yang baik adalah konten yang mengandung informasi. Selain itu, membuat konten juga harus memperhatikan relevansi, emosi, solusi, dan kompetensi,” ungkap host mojokdotco itu.

Di akhir acara, Agus berpesan kepada para peserta agar turut aktif bermedia sosial. Selain itu, ia juga mewanti-wanti agar mahasiswa KPI tidak takut untuk memulai personal branding.

“Pamer tidak selamanya buruk. Itu baik, utamanya bagi karirmu. Oleh karena itu, aktiflah bermedia sosial, bangun citramu di medsos dan jangan takut nyeleneh,” papar Agus. (Nur Kholis)