MABIMS, atau forum Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura menyelenggarakan kegiatan seminar Internasional dengan tema, “Manajemen Pendidikan Madrasah Negara MABIMS”, di kawasan Bintaro, 27-29 November 2019.

“Selain sebagai salah satu bentuk implementasi rencana strategis Negara MABIMS 2017-2019, forum ini juga menjadi tempat sharing pengalaman kebijakan dan strategi penguatan Islam Wasatiyah, dan praktik baik manajemen madrasah”, ungkap Abdullah Faqih, Ketua Panitia acara.

Pusat Kajian dan Pengembangan Pesantren Nusantara (PKPPN) IAIN Surakarta, dipercaya untuk sharing pengalaman atas praktik baik (good practices) model diseminasi moderasi beragama di kalangan siswa milenial di wilayah Soloraya.

LISAN, atau Literasi Islam Santun dan Toleran, merupakan model kreatif kampanye moderasi beragama yang diinisiasi oleh PKPPN-IAIN Surakarta bekerjasama dengan Wahid Foundation dan Direktorat KSKK Madrasah, Kemenag RI.

“Melalui kegiatan ini, para siswa madrasah milenial, sebagai “Duta Islam Santun dan Toleran”, dibekali berbagai macam skill untuk ikut aktif mengkampanyekan Islam dengan penuh kesantunan, baik media online maupun memanfaatkan ruang publik seperti car free day”, tutur Nur Kafid, Wakil Direktur PKPPN.

Selain dihadiri oleh para peserta perwakilan dari negara-negara anggota MABIMS, forum ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Ibtidiyyah di Indonesia. Forum ini disambut baik oleh para peserta, dan diharapkan menghasilkan tindak lanjut bagi peningkatan kualitas madrasah di Indonesia.

Bintaro, 28 November 2019.

372 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini