Dunia Islam berduka dengan wafatnya M. Shahrour tanggal 21 Desember di Abu Dhabi UEA Uni Emirat Arab dan dikebumikan di tanah kelahirannya di Syiria, Damaskus.

Beliau adalah seorang akademisi berlatar belakang insinyur atau dikenal dengan al-Doktur al-Muhandis kebangsan Syiria. Latar belakang beliau adalah lulusan sarjana strata tiga atau  doktor di Universitas Nasional Irlandia Dublin khususnya dalam bidang teknik sipil. Beliau wafat dalam usia 81 tahun. Dilahirkan pada 11 April 1938 dan meninggal 21 Desember 2019. Walau karyanya sering dicap kontroversial namun melalui karyanya tersebut dunia akademik Islam berkembang pesat karena banyaknya ide segar di dalamnya. Ide tersebut antara lain la taraduf fi al-Qur’an dan teori hududnya yang populer, al-hadd al-adna dan al-hadd al-a’la.

Salah satu buku momumental karya M. Syahrour yang menjadi bahan kajian adalah al-Kitab wa al-Qur’an. Kajian kitab tersebut dengan pembacaan kekinian atau dikenal dengan Qira’ah Mu’ashirah terbit tahun 1990. Kitab tersebut sudah mulai dibaca oleh mahasiswa S1 sejak 1998 di saat saya mulai bertugas sebagai dosen di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Waktu itu mahasiswa Tafsir Hadis sudah terbiasa membaca kitab tafsir kontemporer tersebut. Mahasiswa Tafsir Hadis (TH) zaman dulu sudah mengkaji buku Syahrour tersebut. Mereka itu antara lain Fahrur Rozi (Alumni Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang) sekarang di Lajnah Kemenag RI, Maulana Sujatmiko, dan kawan-kawan.

Selain kitab tersebut juga terdapat tempat karya lain yang juga menjadi bagian kajian yang sering didiskusikan akademisi di dunia ini. Karya lain M. Syahrour adalah al-Dawlah wa al-Mujtama’ yang terbit pada tahun 1994, al-Islam wa al-Iman Mandhumah al-Qiyam terbit di tahun 1996, Tajfif Manabi’al-Irhab yang terbit pada tahun 2008, dan al-Din wa al-Sultah Qira’ah Mu’asirah li al-Hakimiyah terbit pafda tahun 2014.

Buku M. Syahrour yang paling monumental adalah buku yang tebalnya 800 halaman. Buku tersebut dikenal dengan al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’ashirah yang terbit tahun 1990. Karya tersebut dibuat 20 tahun lamanya dan dimulai tahun 1967. Dalam bahasa Inggris buku tersebut dikenal dengan The Book and the Qur’an: A Contemporary Reading yang diperkenalkan  oleh Dale F. Eickelman. Setidkanya, perkenalan tersebut dimuat dalam tulisannya tulisan yang bertitel Islamic Liberalism Strikes Back yang terdapat pada Bulletin tahun 1993 di Middle East Studies Association Bulletin. Buku tersebut  menjadi bahan diskusi dan terkenal di seluruh dunia Arab dan dunia Islam lainnya termasuk Indonesia setelah diterbitkan pada 1990.

Karyanya banyak menginspirasi beragam karya ilmiah di Indonesia baik disertasi maupun karya ilmiah lainnya. Salah satunya adalah disertasi dari Prof. Abdul Mustaqim yang membandingkan pemikiran Syahrour ddengan Fazlur Rahman, yang berjudul Epistemologi Tafsir Kontemporer. Karya Syahrour juga mulai masuk di Indonesia bersamaan dengan murid beliau yakni Sahiron Syamsuddin (Kini WR 2 UIN Sunan Kalijaga) selesai Kuliah S3 di Jerman. Demikian juga karya beliau menginspirasi beragam artikel di jurnal di lingkungan PTKI maupun yang lainnya, seperti karya Andi Rahman Asinominitas Dalam Pembacaan Kritis atas buku al-Kitāb wa al-Qur`ān Qirā`ah Mu’āṣirah Karya M. Syaḥrūr dalam Jurnal Esensia (http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/esensia/article/view/1290) Mahasiswa TH  Ahmad Syaqowi (seorang alumni Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang) juga menulis buku tentang Syahrour yakni Rekonstruksi Konsep Wahu Muhamad Syahrour  yang diterbitkan Elsaq Press tahun 2002 dan masih banyak lagi karya lainya.

Karya Shahrour juga menginspirasi kelahiran karya di bidang hadis. Dalam karyanya terdapat kajian tentang sunnah dan kajian di dalamnya setidaknya ada tiga hal yakni al-nubuwwah wa al-risalah, sunnah al-risalah dan sunnah al-nubuwwah, jam’u al-hadis wa tadwinuhu pengumpulan hadis dan kodifikasinya serta pemahamannya. Kajian tersebut juga melahirkan beragam karya yang tidak sedikit jumlahnya. Karya tersebut menginspirasi antara lain Reinterpretasi Sunnah (Studi Pemikiran Muhammad Syahrur terhadap Sunnah) karya Azhari Andi, Luqman Hakim dan Mutawakkil Hibatullah dalam jurnal Living hadis http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1069, Kritik Matan Hadis Muhammad Syahrūr karya M. Najmil Husna dalam Jurnal Al-Ikhtibar (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol. 3 No. 2 Tahun 2016. Karya-karya lain tentang Syahrour juga ditemukan dalam bidang hadis.

Kini ilmuan hebat tersebut telah meninggalkan kita. Semoga semangatnya dalam mengkaji dan menelurkan gagasan baru di dunia Islam terus berlanjut. lahul fatihah.

 

 1,093 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini