PERISTIWA – Tampilan pertama Ki Ageng Ganjur dalam roadshow Internasionalnya berhasil menghuncang kampus Silk Road International University of Tourism and Cultural Herritage di Samarkhand, pada kamis 30 Mei 2026.

Sejak lagu pertama Ganjur berhasil memukau penonton dengan komposisi Jazz etnik “Spirit of Peance” karya Dwiki Dharmawan yang diaransemen ulang versi Ganjur. Selanjutnya para penonton bergemuruh ikut bernyanyi saat ganjur membawakan lagu Heal the Wotld dan trmbang lir ilir

Suasana menjadi semakin riuh ketika Ganjur membawakan lagu Uzbekistan berjudul “Chaykhona” versi Jazz. Hampir semua penonton yang hadir memenuhi ruangan auditorium kampus.ikut bernyanyi bersama.

Di sela-sela lagu Zastrouw menjelaskan makna dari komposisi dan syair lagu, terutama lagu daerah atau yang berbahasa Indonesia, seperti lir ilir, gejollak ekspresi.

Konser Ki Ageng Ganjur di Silk Road University ini dihadiri Duta Bessr RI untuk Republik Uzbekhistan, YM Ruhaini Dzuhayatin, Wk. Rektor I, Nasimov Dilmurod Abdulloevic, dan Wakil Gubernur Samakhand, Rustam Kabilov serta para dosen dan mahasiswa

Setelah menyaksikan pagelaran Ganjur, Wk. Rektor memberikan komentar bahwa baru kali ini menyaksikan musik yang unik dan kreatif. “Ki Ageng Ganjur berhasil menggali dan mendialogkan musik tradisi dan modern, barat dan timur secara indah dan kreatif sehingga enak dinikmati” kata Wakil Rrktor, Nasimov Dilmurod Abdulloevic,

Pandangan yg sama disampaikan Wk. Gubernur Samarkhand, “kami seperti diajak journey melintasi ruang dan waktu, benar-benar musik kelas dunia,” kata Wagub Rustam. Bahkan Wagub mingundang Ganjur.pentas lagi di kampus lain malam harinya. Namun permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi karena Ganjur harus berangkat ke Boysun untuk konser di Festival Buhkori.

Karena masih penasaran, saat pertunjukan sudah berakhir penonton masih belum mau beranjak dan minta ditambah lagi. Akhirnya Ganjur menambah satu lagu lagi dengan membawakan “We Will not Go Down”

Setelah menyaksikan pagelaran Ganjur, Dubes RI menyatakan puas. “Ini merupakan ajang pengenalan budaya Indonesia pada masyarakat Uzbek. Kami merasa puas karena respinnya sangat positif” jelas bu Dubes.

Konser Ki Ageng Ganjur ini dibuka dengan penampilan tari Bali yang dibawakan oleh Eci, seorang penari Indonesia yang ada di Uzbekistan.

Setelah konser Ganjur melakukan ziarah budaya ke makam Amir Tmur, komplek makam sahabat Nabi Qassam Abbas dan istana Registan.

Komentar