MEDAN — Ruang siber kini menjadi medan pertempuran baru bagi generasi muda. Di satu sisi memberikan kemudahan, di sisi lain menyimpan ancaman laten berupa paparan intoleransi, provokasi, hingga narasi kekerasan.

Guna membentengi ruang digital dari pengaruh negatif tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) resmi mengukuhkan 50 pemuda terpilih lintas perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas sebagai Duta Damai BNPT Regional Sumatera Utara. Pengukuhan ini dilakukan di Hermes Palace Hotel, Medan, pada penutupan rangkaian acara, Jumat (30/10/2026).

Sebelum dikukuhkan, para peserta telah digembleng selama tiga hari (28–30 Oktober 2026) melalui pembekalan wawasan kebangsaan serta pelatihan teknis yang meliputi penulisan kreatif, desain komunikasi visual (DKV), hingga teknologi informasi (IT).

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Kontra Radikalisasi BNPT, Kolonel Cpl. Hendro Wicaksono, S.H., M.Krim., yang membuka kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa regenerasi ini didasari oleh kesadaran atas rekam jejak terorisme di Sumut yang selalu berakar dari sikap intoleransi.

“Apa pun yang kita keluarkan harus positif untuk mengisi ruang digital dengan hal bermanfaat, karena generasi ini adalah ujung tombak dalam menyebarkan pesan damai di Sumatera Utara,” tegas Hendro.

Pendekatan kultural turut disuarakan oleh Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Utara, Prof. Dr. Arifudin Muda Harahap. Guru Besar UIN Sumatera Utara itu mengingatkan agar Duta Damai tidak menghadapi isu radikal di media sosial secara frontal, melainkan melalui pencerahan edukatif yang berpijak pada kearifan lokal, seperti merawat tradisi luhur penghormatan antarsesama di tengah kemajemukan Sumut.

Sinergi Lintas Instansi: Perangi Konten Negatif dengan Konten Positif

Langkah nyata para Duta Damai ini mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi pemerintah dan aparat keamanan di daerah.

Mewakili Wali Kota Medan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, M. Sofyan, S.Sos., M.AP., mengapresiasi pelibatan anak muda ini. Menurutnya, keterampilan menulis, DKV, dan IT yang dikuasai para peserta sangat relevan untuk menyampaikan gagasan mencerahkan demi menjaga keharmonisan kota.

Dukungan serupa disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumut, Dr. Ir. Mulyono, S.T., M.T., yang menyatakan pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi para Duta Damai untuk menularkan kedamaian.

Komitmen kuat juga ditegaskan oleh jajaran TNI dan Polri. Kasi Intel Kodim 0201/Medan, Mayor Czi Sunikite, serta Kanit Intelkam Polrestabes Medan, Ipda Bambang, sepakat bahwa cara paling ampuh melawan informasi negatif di dunia maya adalah dengan membanjirinya lewat konten-konten positif. Pihak TNI-Polri memastikan pintu kolaborasi terbuka lebar untuk mengawal kiprah Duta Damai ke depan.

Melalui pengukuhan ini, ke-50 Duta Damai Sumatera Utara diharapkan langsung bergerak aktif memproduksi karya nyata di media sosial. Bukan sekadar merangkai kata, tetapi menghadirkan aksi nyata untuk merawat toleransi, menjaga kamtibmas, dan merajut persatuan di bumi Sumatera Utara.