Islamsantun.org. Bulan suci Ramadan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu para umat muslim. Di Indonesia yang merupakan mayoritas beragama Islam, umatnya berbondong-bondong melakukan ritual atau tradisi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Umat muslim di Indonesia tiap daerahnya memiliki berbagai tradisi yang di gelar untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Dalam tradisi tersebut tentu saja dengan cara yang berbeda-beda disetiap daerah masing-masing, namun masih memiliki makna yang sama yaitu bentuk rasa syukur umat muslim akan datangnya bulan Puasa. Tradisi-tradisi yang dilakukan biasanya seperti mungguhan, nyorog, jalur pacu, meugang, padusan, serta yang sering kali dikenal oleh masyarakat Jawa adalah nyadran. Tradisi-tradisi tersebut adalah tradisi yang berbau secara Islami yakni dengan memanjatkan do’a-do’a dengan berbagai caranya masing-masing. Namun, ternyata tidak hanya tradisi secara Islami saja yang ada di Indonesia, terdapat tradisi yang tidak baku menjadi adat-istiadat daerah akan tetapi sudah menjadi kebiasaan rutin seperti memborong barang saat menjelang Ramadan.

Dilansir pada merdeka.co Asosiasi Pengelolaan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memproyeksikan tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan meningkat hingga 80 persen menjelang Ramadan tahun 2022. Pada tanggal 31 maret menjelang Ramadan, Pengelolaan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) sudah mencatat angka kunjungan perbelanjaan mencapai 50 sampai 60 persen. Kenaikan pengunjung di pusat perbelanjaan ini dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya adalah banyaknya event, seperti yang dilansir pada Liputan6.com, Yogyakarta salah satu GM Plaza Ambarrukmo Surya Ananta, Jumat 25 maret 2022 mengatakan bahwa ia telah menyiapkan berbagai aktivitas dan program yang menarik untuk menarik para pengunjung, seperti ramadan event, shopping program dan special program.

Banyak dari kalangan ibu-ibu bersiap untuk berbelanja dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Mayoritas ibu-ibu berbelanja bahan makanan seperti makanan beku dan berbagai makanan instan. Tidak hanya dikalangan ibu-ibu muslim, yang non-muslim pun juga ikut berbelanja banyak kebutuhan menjelang bulan puasa. Hal yang sama terjadi pada ibu-ibu yang sedang berbelanja di supermarket, ia berbelanja hingga menggunakan beberapa trolly. “Besok sudah puasa mbak jadi stok dulu, nanti kalau udah puasa ngga perlu bingung. Apalagi kalau panas-panas gini mau antri jadinya malas ini aja sudah ngerasa capek apalagi kalau udah puasa” ujar salah satu ibu-ibu yang berbelanja disalah satu swalayan “Laris Kartasura”. Ternyata tidak hanya diskon dan beberapa event yang diburu oleh para ibu-ibu, tetapi juga karena faktor tenaga.

Peningkatan kunjungan perbelanjaan tidak hanya terjadi di satu tempat, namun, juga terjadi dibeberapa supermarket yang menyediakan bahan-bahan pokok makanan. Antrian panjang menuju kasir ketika menyambut bulan suci Ramadan bukan lagi hal aneh, karena hal tersebut akan terjadi disetiap tahunnya dan sudah seperti menjadi tradisi bagi masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu di Indonesia.

Tulisan ini merupakan kerja sama antara UKM LPM Dinamika dengan Islam Santun.