SurakartaAliansi Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) seluruh Indonesia yang diwakili 8 PSGA, pada tanggal 20 Januari 2022 melaksanakan rapat koordinasi Bersama Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA dan Yayasan Rumah Kitab Jakarta (Rumah Kitab). Rapat ini membahas isu penting tentang strategi pengiplementasian 9 (Sembilan) indikator Perguruan Tinggi Responsif Gender di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh tim dari Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA dan 8 perwakilan aliansi PSGA Indonesia yaitu; UIN Raden Mas Said Surakarta, PSGA IAIN Metro, PSGA UIN Sultan Syarif Kasim Riau, PSGA UIN Walisongo Semarang, PSGA IAIN Pekalongan, PSGA UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Samarinda, PSGA IAIN Ponorogo, PSGA UNISNU Jepara, Serta difasilitasi oleh tim dari Rumah Kitab.

Dalam pengantar rapat, Mufliha Wijayati PSGA IAIN Metro selaku Juru Bicara tim Aliansi PSGA Indonesia, menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan ini diawali oleh inisiasi UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Walisongo Semarang, dan IAIN Metro Bersama Rumah Kitab yang kemudian didukung oleh We Lead. kegiatan ini distimulasi oleh lahirnya dokumen yang dikeluarkan oleh Kementerian PPPA tentang adanya 9 (sembilan) indikator PTRG. Sehingga untuk memuluskan usaha mewujudkan Perguruan Tinggi Responsif Gender, menjadi sangat penting bagi kami untuk bersinergi Bersama kementerian KPPPA yang mengeluarkan kebijakan tentang Perguruan Tinggi Responsif Gender itu sendiri.

Khasan Ubaidillah dari PSGA UIN Surakarta, menambahkan bahwa salah satu tantangan dalam pengimplementasian indikator PPRG di masing-masing perguruan tinggi adalah masih minimnya literasi tentang pentingnya PTRG pagi Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, sehingga belum ada komitmen yang kuat untuk membuat kebijakan tentang operasionalisasi PTRG di kampusnya. Untuk itu, agar indikator PTRG bisa tersemai indah di perguruan tinggi keagamaan Islam, ada baiknya kementerian PPPA melakukan fasilitasi pertemuan untuk para Rektor PTKI dalam rangka melakukan reorientasi dan menyegarkan ingatan mereka tentang pentingnya menjadi perguruan tinggi yang responsif gender.

Merespon aspirasi tersebut, Dra. Leny Nurhayanti Rosalin, M.Sc. Deputi bidang kesetaraan gender Kementerian PPPA mengapresiasi atas inisitif rapat koordinasi ini. Beliau akan terus menghimbau kepada seluruh pimpinan dan stakeholder di perguruan Tinggi agar dapat bersinergi Bersama dalam mewujudkan indikator-indikator PTRG di kampusnya masing-masing. Kementerian PPPA selalu siap memfasilitasi dan menindaklanjuti adanya permasalahan yang masih terjadi dalam mewujudkan Perguruan Tinggi Islam Responsif Gender. Untuk tindak lanjut terdekat maka akan kami adakan pertemuan antara Aliansi PSGA Seluruh Indonesia, Kementerian PPPA dan Kementerian Agama.