“Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung.”
(Q.S. Al-Maidah : 35)

Kedekatan seorang hamba kepada Allah adalah kunci kebahagiaan hakiki. Ya, kebahagiaan yang tidak hanya bersifat sementara di dunia saja, tetapi juga bersifat kekal di akhirat kelak.

Seorang hamba yang dekat dengan Allah akan selalu merasakan ketenangan batin dan ketentraman jiwa. Dia juga selalu merasa aman, karena dia yakin Allah akan selalu menjaganya, kapan pun dan di mana pun dia berada.

Bayangkan, Anda dekat dengan pimpinan di kantor tempat Anda bekerja. Apa yang Anda rasakan? Tentu anda merasa senang atau mungkin bangga. Anda pun merasa tenang, tidak khawatir akan masuk daftar perampingan karyawan, misalnya. Anda akan merasa aman dengan posisi yang tengah anda tempati. Bahkan, mungkin Anda berharap untuk mendapat promosi jabatan yang lebih tinggi. Kenapa? Karena Anda merasa dekat dengan pimpinan Anda.

Bagaimana jika seorang hamba dekat dengan Tuhannya? Tentu, hal ini melebihi hubungan kedekatan seorang karyawan dengan pimpinannya. Karena seorang pimpinan hanyalah manusia biasa yang punya kelemahan dan kekurangan. Sedangkan Allah adalah Dzat yang tidak memiliki kelemahan dan kekurangan. Allah Maha segala-galanya. Maka kedekatan seorang hamba kepada Allah tidak hanya melahirkan kesenangan sesaat dan sementara, tetapi akan menghadirkan kesenangan dan kebahagiaan hakiki nan abadi.

Dalam rangkaian ayat ke-35 dari surat al-Maidah di atas, Allah Swt memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bertakwa kepada Allah dan mencari wasilah (perantara, jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa untuk mendekatkan diri kepada Allah, kita disuruh mencari wasilah (perantara, jalan). Apa yang dimaksud dengan wasilah pada ayat tersebut?

Apa itu wasilah?

Secara bahasa, wasilah berarti sesuatu yang mendekatkan dengan yang lain. Adapun secara istilah (agama), wasilah adalah suatu jalan atau cara yang harus ditempuh seorang hamba agar dapat mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah Swt.

Berkaitan dengan surat Al-Maidah ayat 35, menurut satu riwayat dari Ibnu Abbas, arti wasilah di sana adalah hajat kepada-Nya. Jadi maknanya adalah carilah hajat kepada Allah.

Al-Thabari dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa wasilah adalah segala hal yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah Ta’ala, yaitu berupa amal ketaatan yang disyariatkan.

Dalam Tafsir Al-Khazin disebutkan bahwa makna kalimat ibtaghu ilaihi al-wasilata adalah: “Carilah (tuntutlah) “pendekatan” kepada-Nya, dengan mematuhi dan mengamalkan sesuatu yang diridai-Nya.”

Wahbah Zuhaili dalam Kitabnya, Al-Tafsir al-Wajiz menyebutkan bahwa makna ibtaghu ilaihi al-wasilata adalah: “Carilah jalan yang dengannya mengantarkan kita pada rida Allah Swt. Dan jalan itu adalah amal shalih.”

Jika kita perhatikan dengan seksama beberapa pendapat para ahli tafsir tersebut, maka maksud ayat 35 surat Al-Maidah itu adalah Allah menyuruh kita mencari jalan (washilah) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dengan menaati semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

* Ruang Inspirasi, Rabu, 4 Agustus 2021.