Bulan Ramadan telah tiba. Umat Islam yang memenuhi syarat dan rukun puasa diwajibkan untuk berpuasa pada bulan ini. Ramadan adalah bulan kesembilan dalam sistem kalender Hijriah, yang tiba setelah bulan Sya’ban dan sebelum bulan Syawwal.

Rasulullah menggelari Ramadan sebagai “sayyid al-syuhur” (penghulu bagi bulan-bulan lainnya). Ramadlan dianggap sebagai bulan yang paling utama dibandingkan bulan-bulan lainnya. Setelah itu baru bulan Muharram, kemudian bulan Rajab, selanjutnya Dzulhijjah, kemudian bulan Dzulqa’dah, kemudian bulan Sya’ban, lalu bulan-bulan sisanya.

Karena keutamaannya itulah maka menurut seorang ahli hadits, yakni Ibnu Hajar, bahwa berharap agar Ramadan lekas berlalu tergolong dosa besar.

Kata “Ramadlan (رمضان)” dalam Bahasa Arab adalah kata benda berbentuk tunggal. Adapun bentuk jamak dari kata “Ramadlan (رمضان)” adalah ramadlanat (رمضانات), ramadlanin (رمضانين), armidlatun (أرمضة), ramadl (رماض), armadlu (أرمض), aramidlu (أراميض), ramadla (رماضى), dan al-Jauhari menambahkan armadla’ (أرمضاء).

Ada beberapa pendapat yang berbeda terkait mengapa bulan tersebut dinamakan bulan Ramadan:

Pertama, bangsa Arab menukil nama-nama bulan dari bahasa kuno. Mereka menamai bulan dengan satu peristiwa yang terjadi pada masa itu. Maka bulan Ramadan ini bersesuaian dengan masa panas ketika itu. Sehingga kata “Ramadlan (رمضان)” adalah turunan dari kata “al-ramdla’ (الرمضاء)” yang berarti “bebatuan yang panas (الحجارة الحارة).”

Kedua,disebut Ramadan karena panasnya perut orang yang berpuasa sebab menahan lapar dan dahaga pada waktu tersebut.

Ketiga, Ramadan menjadi nama, karena dosa-dosa dibakar hangus dengan hati yang panas. Menurut hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radliya Allahu ‘anhu, dari Nabi shalla Allahu’ alaihi wa sallama, beliau bersabda,

إنما سمي رمضان لأنه يحرق الذنوب (الذر المنثور ١٨٣/١)

“Dinamakan Ramadan karena ia membakar dosa-dosa.”

Dengan kata lain, yang dimaksud dengan hal itu adalah bahwa disyariatkan untuk berpuasa pada bulan Ramadan, bukan pada bulan selainnya, agar maknanya cocok dengan namanya.

Terakhir, di antara kebaikan bulan Ramadan itu seperti al-Ramdlu, yaitu المطر إذا كان في آخر القيظ وأول الخريف. (Apabila hujan terjadi pada akhir musim panas dan awal dari musim semi). (MR)

Catatan: Tulisan ini ditulis oleh KH Ahmad Ishomuddin dan pertama kali terbit di Islami.co. Tulisan sudah disunting oleh redaksi, tanpa mengubah isinya.