Rumah Moderasi Beragama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Penguatan Moderasi Beragama bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Moderasi Beragama dan Halal Lifestyle: Mewujudkan Kehidupan Religius yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Acara berlangsung di Aula Lantai 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, 23 Oktober 2025. Hadir sebagai narasumber Maria Fauzi, Direktur Shafiec (Centre for Sharia Finance and Digital Economy) UNU Yogyakarta dan pendiri neswa.id.
“UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen menjadikan moderasi beragama sebagai ruh dalam setiap aspek tridarma perguruan tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Moderasi beragama tidak hanya tentang toleransi, tetapi juga tentang menjaga kearifan lokal dan merawat keutuhan bangsa di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan Indonesia,” terang Zainul Abas, Wakil Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta dalam sambutannya.
Bakhrul Amal, ketua Rumah Moderasi Beragama, menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan pilar penting dalam kehidupan akademik dan sosial di lingkungan kampus. “Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat kesadaran sivitas akademika bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi menjadi sikap hidup yang menjiwai seluruh aktivitas pendidikan dan pengabdian kita,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FEBI. Sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan, diskusi, dan simulasi penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan.
“Moderasi beragama harus terintegrasi dalam seluruh aspek kehidupan kampus, termasuk dalam gaya hidup halal yang kini menjadi tren global. Dengan sinergi keduanya, kita dapat membangun peradaban yang religius sekaligus inklusif,” jelas M. Rahmawan Arifin, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta.
Maria Fauzi dalam paparannya menyebut bahwa kita butuh ekonomi yang moderat, yakni eknomi yang adil, produktif dan tidak eskploitatif. Ekonomi tidak boleh didasarkan pada dominasi dan kerakusan. Kita juga butuh ekonomi yang sehat, yaitu ekonomi yang menjaga keseimbangan, berkeadilan serta produktif.
“Peradaban Islam di masa depan akan maju bukan dengan kekuatan militer atau politik, tapi dengan ilmu, keadilan dan moralitas,” tutur Maria.
Kegiatan yang diadakan dalam rangka peringatan Hari Santri 2025 ini merupakan upaya UIN Raden Mas Said Surakarta memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman yang moderat dan mampu menjawab tantangan zaman melalui pendekatan keilmuan, dialog, dan kolaborasi lintas sektor.

