Dalam sebuah kesempatan Rasulullah Saw pernah berpesan: “Orang-orang penyayang akan diberi kasih sayang oleh dzat Yang Maha Penyayang tabaraka wa ta’ala. Sayangilah makhluk-makhluk Allah yang ada di muka bumi, semoga makhluk-makhluk Allah yang ada di langit akan menyayangimu)”. (HR. Ibnu ‘Uyainah).

Dalam kesempatan lain beliau juga menegaskan, “Dan Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Dua hadis di atas menunjukkan betapa pentingnya menebar kasih sayang kepada sesama makhluk Allah di muka bumi ini, terlebih lagi terhadap sesama manusia. Allah akan selalu menebar kasih sayang serta mengulurkan pertolongan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang menebar kasih sayang dan mengulurkan pertolongannya kepada orang lain.

Marilah sejenak kita merenung, apakah selama ini kita sudah termasuk hamba Allah yang senang berbagi kebahagiaan, menyemaikan kasih sayang serta memberikan pertolongan terhadap orang lain yang membutuhkan? Apakah kita termasuk orang yang begitu mudah tersentuh dan iba melihat penderitaan orang lain, ataukah justru tidak pernah peduli bahkan cuek terhadap kesusahan yang menimpa orang lain?

Jawaban paling jujur atas pertanyaan di atas akan lahir jika kita bertanya pada hati kecil kita masing-masing. Cobalah kita bertanya pada hati kita. Istafti qalbak! Tanya hatimu! Demikian pinta Rasulullah Saw ketika seseorang bertanya kepadanya tentang hakekat kebaikan dan keburukan. Rasulullah menegaskan, “Kebaikan adalah sesuatu yang membuat hati tenang dan jiwa tentram. Sedangkan keburukan adalah sesuatu yang mengacaukan hati dan menyesakkan dada…”

Makna dari penjelasan Rasulullah ini adalah bahwa setiap kita melakukan kebaikan, maka ada perasaan bahagia yang menentramkan batin kita. Dan setiap kita melakukan kejahatan, maka ada perasaan galau dan gundah yang menyelimuti hati dan menyesakkan dada.

Dengan demikian, maka menebar kasih sayang, memberikan pertolongan, serta berbuat baik kepada orang lain akan membuat hidup kita lebih nikmat dan bahagia. Sebaliknya, menebar kebencian, tidak peduli dengan penderitaan orang lain, atau bahkan berbuat jahat terhadap sesama manusia akan membuat hidup kita diliputi kegelisahan dan penderitaan.

Kenikmatan dan kebahagiaan hidup ini akan kita rasakan apabila kita mampu memberi manfaat kepada orang lain. Sekecil apa pun manfaat yang kita berikan, akan sangat bernilai bagi orang lain. Rasulullah Saw pernah menyatakan, “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Dengan kebaikan yang kita tanam inilah kita akan dapat menikmati dan merasakan kebahagiaan hidup ini.

* Ruang Inspirasi, Senin, 21 Juni 2021.