Islamsantun.org – Kalimantan adalah daerah yang masih terjaga hutan hijaunya. Bahkan dinobatkan sebagai paru-paru dunia. Hutan bagi orang Kalimantan sangat penting baik untuk hidup maupun untuk acara adat istiadat yang ada di sekitar.
Namun seiring waktu, Kalimantan juga menjadi magnet bagi investor yang mengakibatkan hutan di pulau ini terancam. Batu bara dan sawit yang dikelola secara besar-besaran sangat berdampak bagi kerusakan lingkungan. Islam mengajarkan kita untuk menjaga lingkungan agar manusia dan alam bisa saling barsinambungan dan saling terjaga.
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56)
Manusia menjadi khalifah di bumi untuk menjadi keseimbangan, serta bertakwa dan berbuat baik kepada ciptaan Allah swt. Namun manusia juga bisa menjadi perusak di muka bumi karena keserakahan mereka sendiri. Hari ini dengan fakta yang ada, alam Kalimantan sudah mulai tergusur dengan penambangan dan pembukaan lahan sawit besar-besaran.
Namun, pernahkah kita berpikir hutan dan pohon sawit sama-sama tumbuhan, tetapi dampak yang dihasilkan itu berbeda. Hutan yang tumbuh secara alami menjadi tempat bagi flora dan fauna hidup, rantai makanan yang ada terjaga serta kebutuhan sandang, pangan, dan papan manusia terpenuhi. Sedangkan pohon sawit justru mendatangkan ancaman, seperti flora dan fauna yang kehilangan tempat tinggal dan tidak bisa tumbuh serta berkembang biak sehingga terancam punah.
Lalu dampak dari penambangan secara besar-besaran bagi lingkungan bukan hanya kerusakan alam, tetapi juga hilangnya fungsi tanah yang digali. Selain itu, setelah pengambilan batu bara tidak ada reboisasi atau penghijauan yang mengakibatkan tempat penambangan menjadi kawah dan membuat daerah tersebut mudah banjir dan longsor. Beberapa hari ini kita menyaksikan curah hujan yang meningkat menimbulkan dampak yang besar bagi lingkungan dan masyarakat. Banjir makin parah dan tanah longsor yang menghancurkan rumah warga hingga menjatuhkan korban jiwa.
Lantas renungilah diri kita sendiri, apa yang harus kita perbaiki sebelum masa kehancuran itu datang. Manusia boleh berkembang dan inovasi dengan catatan harus seimbang dan menjaga alam agar bisa dinikmati jangka panjang. Kita hidup berdampingan dengan alam, maka kita juga harus menjaga serta melestarikan lingkungan ini.
Selan itu, pemerintah harus lebih teliti lagi membuat kebijakan agar alam yang ada di Indonesia khususnya Kalimantan tetap terjaga dengan asri dan kita sebagai seorang muslim yang baik, wajib hukumnya menjaga lingkungan, karena itu ibadah dan akan mendapatkan pahala.
“Jagalah bumi, karena ia adalah ibu kalian. Dan sungguh tidak ada seorang pun yang beramal baik atau buruk di atasnya melainkan bumi mengabarkannya (kepada Allah).”

