‎“Ada dua nikmat yang sering dilupakan manusia, ‎
yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)‎

Melalui hadis ini, Nabi Muhammad Saw. mengingatkan betapa ‎seringnya kita melupakan dua anugerah besar yang Allah berikan kepada ‎kita, yakni nikmat sehat dan nikmat waktu luang. ‎

Sehat terasa begitu nikmat, justru ketika kita tengah terbaring sakit. ‎Waktu luang terasa begitu berharga, justru ketika kita dalam kondisi sempit. ‎Inilah kenyataan yang sering kita alami.‎

Ketika tubuh kita sehat, raga kita bugar, seluruh aktivitas berjalan ‎lancar, kita terlena dan terbuai sehingga abai menjaga kesehatan. Ketika ‎waktu luang terbentang, kesempatan silih berganti datang, kita bersantai ria ‎dan bermalas-malasan hingga lupa diri dan lupa daratan.‎

Tibalah waktunya, tubuh kita meminta rehat, raga kita butuh istirahat, ‎sementara aktivitas semakin padat. Kita pun tercekat. Namun apa daya, ‎semua sudah terlambat. Kita pun tersadar, selama ini kita lupa diri, lalai ‎menjaga kesehatan. ‎

Tibalah saatnya, waktu terasa sempit, sementara beragam persoalan ‎datang menghimpit. Kita pun terbangun dari tidur panjang. Selama ini, waktu ‎luang yang terbentang, kesempatan yang selalu datang, kita biarkan begitu ‎saja hilang. Kita pun tersadar, selama ini kita abai, terlena dan terbuai. Hanya ‎sesal yang kita dapat, karena waktu tak akan pernah bisa kembali.‎

Sobat, hidup ini singkat. Sehat dan sempat adalah nikmat yang harus ‎kita jaga agar dapat memberi manfaat. Jangan biarkan kesehatan berlalu ‎tanpa makna, berganti sakit yang datang mendera. Jangan biarkan ‎kesempatan hilang tanpa arti, berganti kesempitan yang datang silih berganti.‎

Mumpung raga masih sehat, ibadahlah yang taat, jauhi maksiat, cari ‎ilmu sampai dapat, susunlah mimpi-mimpi yang hebat, wujudkan dengan ‎penuh semangat, sebagai bekal hidup di dunia dan akhirat. ‎

Mumpung masih ada kesempatan, dekatkan diri kepada Tuhan, hindari ‎kejahatan, penuhi diri dengan kebaikan, perluas pergaulan, berkarya untuk ‎kemanusiaan, sebagai bekal meraih kebahagiaan di hari ini dan hari kemudian.‎

Sobat, Tuhan tidak akan pernah mengubah yang sehat menjadi sakit, ‎yang luang menjadi sempit. Kita sendirilah yang mengubah semua itu. ‎Kesehatan yang kita jaga, akan tetap berada di tempatnya. Waktu luang yang ‎dapat kita manfaatkan, akan menjadi peluang yang sangat menjanjikan. ‎

Sungguh sangat disayangkan, jika kesehatan yang Tuhan berikan ‎justru kita abaikan. Hingga akhirnya, sakit itu pun datang. Sungguh sangat ‎rugi, jika waktu luang yang Tuhan hadirkan justru kita lalaikan. Hingga ‎akhirnya, sempit itu pun menghadang.‎

Betapa banyak orang yang berkelimpahan harta, tetapi tidak dapat ‎menikmati indahnya dunia, tidak dapat merasakan nikmatnya makanan dan ‎minuman yang menggugah selera, disebabkan kesehatannya yang tak ‎mengizinkannya.‎

Tidak sedikit pula orang yang ketika menginjak masa tua, alih-alih ‎menikmati sisa hidupnya dengan penuh ketenangan, tetapi justru masih ‎disibukkan dengan masalah keuangan (ekonomi) keluarga, karena ketika ‎muda ia bermalas-malasan tidak mau bekerja. ‎

Ada yang lebih parah lagi. Mereka adalah orang-orang yang baru ‎tersadar bahwa hidup ini singkat, justru ketika ajal sudah mendekat, ‎sementara bekal hidup di akhirat belum sempat didapat. ‎

Sobat, mari kita mengingat kembali pesan Nabi Muhammad Saw. di ‎atas, agar kesehatan yang kita miliki tidak hilang dari diri. Mari kita camkan ‎peringatan Rasulullah Saw. di awal tulisan ini, agar waktu luang yang kita ‎punyai tidak berlalu tanpa arti.‎

Kesehatan dan kesempatan adalah nikmat tak terhingga…‎

Jangan abaikan…‎

Jangan lupakan…‎

Jangan Lalaikan…‎

* Ruang Inspirasi, Kamis, 24 Juni 2021.