“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah: 5-6)

Mendung yang menggelayut, awan yang gelap dan pekat diiringi suara gemuruh guntur yang bersahutan sering membuat kita ketar-ketir. Kekhawatiran dan kecemasan itu pun bertambah ketika kemudian hujan deras turun membasahi bumi disertai suara kilat yang menyambar-nyambar memekakkan telinga.

Kecemasan dan kekhawatiran itu pun perlahan tapi pasti hilang dari diri kita seiring dengan meredanya hujan. Bahkan kini kebahagiaan dan suka cita hadir dalam diri kita ketika menyaksikan indahnya pelangi yang menghiasi langit yang kembali cerah.

Ilustrasi di atas sengaja penulis hadirkan untuk memberikan gambaran kepada kita semua tentang masalah yang seringkali hadir mewarnai hari-hari kita.

Ketika masalah, persoalan, cobaan serta ujian itu hadir dalam kehidupan kita, tidak jarang kita merasakan kekhawatiran, kecemasan, kegelisahan, bahkan pada titik tertentu keputusasaan. Seiring berjalannya waktu, masalah yang kita hadapi, persoalan hidup yang kita alami, setahap demi setahap, perlahan tapi pasti meninggalkan kita. Pada saat itulah kita merasa sebagai orang paling bahagia di dunia, karena terlepas dari beban derita yang selama ini kita rasakan.

Kebahagiaan itu akan semakin terasa ketika kemudian kita mampu mengambil hikmah dari masalah yang menimpa kita. Kita akan merasakan nikmat yang luar biasa, ketika kita mampu memetik pelajaran berharga dari persoalan yang menerpa kita.

Ya, pelangi itu hadir setelah hujan reda. Pelangi itu tampak begitu indah dengan paduan warna-warni yang memanjakan mata. Hilanglah kecemasan dan kekhawatiran berganti dengan kesenangan dan kegembiraan. Tak ada lagi kesedihan dan penderitaan, yang ada hanyalah kebahagiaan.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” Demikian Q.S. Al-Insyirah ayat 5 dan 6 menegaskan. Janji Allah yang termaktub dalam rangkaian ayat tersebut pastilah benar adanya. Jika pelangi hadir setelah hujan reda, maka solusi atas masalah yang kita hadapi sesungguhnya sudah ada seiring dengan hadirnya masalah tersebut.

Persoalannya adalah, seringkali kita lebih fokus pada masalah yang kita hadapi, bukan fokus pada solusi yang harus kita cari. Inilah yang selama ini terjadi. Sehingga ketika masalah datang menghadang, ketika persoalan hadir menghampiri, seringkali kita larut dalam masalah serta persoalan tersebut, tidak segera mencari solusi serta jalan keluar atas masalah dan persoalan tersebut. Walhasil, masalah semakin rumit, persoalan pun kian pelik, karena kita tidak segera keluar untuk mencari solusinya.

Al-Qur’an mengajarkan solusi terbaik agar kita dapat segera keluar dari setiap masalah yang tengah kita hadapi adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya, dengan menjadi hamba-Nya yang bertakwa. Takwa dalam pengertiannya yang umum adalah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Ya, taat kepada Allah, selalu mendekatkan diri (taqarrub) kepada-Nya, merasa selalu diawasi (muraqabah) oleh-Nya, sehingga kita selalu berhati-hati dalam setiap aktivitas hidup ini; ucapan, tindakan serta perilaku kita, maka Allah akan menghadirkan pertolongan, mengulurkan ‘tangan-Nya’ setiap kita ditimpa persoalan hidup.

“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya…” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)

* Ruang Inspirasi, Kamis, 2 September 2021