Islamsantun.org. Tepat hari ini, Selasa (21/9/2021), masyarakat dunia sedang merayakan Hari Perdamaian Internasional atau World Peace Day. Peringatan ini digelar sebagai dedikasi untuk perdamaian dunia, khususnya demi berakhirnya perang serta kekerasan.

Peringatan Hari Perdamaian Internasional pertama kali digelar pada 1982. Sejak saat itu, sejumlah negara, kelompok politik, militer, dan masyarakat turut mempertahankan peringatan ini. Hari Perdamaian Internasional digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan tujuan memperkuat kedamaian dunia dan mengurangi peperangan berkelanjutan. Peringatan ini ditetapkan melalui Resolusi Nomor 55/282 Tahun 1991.

Secara garis besar, peringatan ini merupakan ajakan bagi seluruh masyarakat dunia agar bersama-sama untuk menjaga perdamaian dan menghindari segala permusuhan, perpecahan serta konflik lainnya.

Dalam Islam sendiri perintah untuk menjaga perdamaian tertera jelas dalam surat Al-hujurat ayat 9.

“ وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”

Menilik dari ayat diatas, bagi saya perdamaian bukan sesuatu yang dapat begitu saja dinikmati, tapi sesuatu yang harus dibangun, diperjuangkan dan dipelihara agar tercipta keberlangsungannya. Perdamaian bukan saja tidak ada perang, tapi menyangkut demokrasi, hak asasi manusia (HAM), kesetaraan dan pembangunan.

Peran menjaga perdamaian tidak bisa dilakukan secara individu saja, tapi secara bersama-sama. oleh siapa saja, baik oleh mereka yang terlibat dalam konflik maupun yang berada diluar konfik, juga oleh setiap laki-laki ataupun perempuan.

Peran Perempuan dalam Menjaga Perdamaian

Negara Indonesia memiliki SDM perempuan yang cukup terdidik dan memiliki kesadaran perdamaian yang tinggi. salah satunya sebut saja Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang lebih dikenal dengan panggilan Yenny Wahid.

Seperti dikutip dari KOMPAS.Com Puteri Presiden Abdurrahman Wahid itu pekan lalu 14 September 2021 mendapatkan penghargaan dari pemerintah Jepang sebagai perempuan yang berperan dalam program Desa Damai. Melalui Wahid Foundation yang didirikan tahun 2004 beliau telah melakukan gerakan yang berhaluan perdamaian, pluralism, tolerasi dan keberagaman kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dengan perempuan sebagai subyek program, maka inisiatif Desa Damai telah membentuk Inovasi untuk mencegah ekstrimisme dan kekerasan pada level dini di tingkat akar rumput.

Disisi lain kita juga memiliki tokoh di dalam Kabine Menteri yang bergerak dikancah Internasional. Retno LP Marsudi menjadi Menteri Luar Negeri Perempuan pertama di Indonesia yang juga menjadi Mentri Luar Negeri Indonesia selama dua periode. Retno berkontribusi dalam menyebarkan nilai perdamaian, toleransi, dan juga multikultural dalam menyongsong perdamaian nasional dan juga global. Bahkan untuk kasus perempuan di Afghanistan Retno sudah berpikir jauh bagaimana membentuk Afghanistan-Indonesia (Women’s Network) dalam mendorong kontribusi Afghanistan dalam proses perdamaian di Afghanistan.

Dari mereka kita dapat belajar bahwa perempuan sebenarnya mampu untuk memainkan peran kunci dalam mempertahankan perdamaian karena dinilai lebih memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh kaum laki-laki. Insting keibuan dalam diri perempuan dapat menciptakan perdamaian dengan cinta, kepedulian, serta harmoni yang selalu mengalir. Melihat dari sisi tersebut, perempuan memiliki potensi lebih besar dalam berkontribusi menegakkan perdamaian dan keamanan dunia. Peningkatan dan pengembangan partisipasi perempuan dalam kapasitas merawat perdamaian dan keamanan.

Peran perempuan dan anak muda dalam menjaga perdamaian sangat penting. Baik melalui gerakan akar rumput maupun gerakan Internasional keduanya sama-sama penting. Oleh karena itu, kita perempuan muda harus turut andil memberikan sumbangsih dalam menjaga perdamaian. Baik secara langsung terlibat dalam rekonsiliasi konflik, menyumbangkan gagasan ataupun gerakan masyarakat dalam kampanye perdamaian.

Yang disayangkan sering kali perempuan pada umumnya terjebak dan berfokus pada isu kesetaraan atas isu-isu pembatasan atau subordinat terhadap perempuan yang tidak akan ada habisnya.  Padahal kalau kita menganggap isu kesetaraan hanya berbatas peran belaka tanpa melihat bagaimana kesetaraan dalam menanggapi isu politik, isu hukum, isu pendidikan, isu sosial dan budaya dan sebagainya akan membuat perempuan tidak pernah setara ataupun mapan dengan kaum laki-laki.

Jangan sampai kita sebagai generasi muda perempuan terjebak dan berkutik  dengan isu-isu kesetaraan tapi pikiran dan gerakan kita sangat jauh dari kata merdeka menuju kesetaraan. Sudah saatnya kita berbicara isu-isu nasional bahkan internasional dan salah satunya adalah menanggapi isu perempuan yang bisa berperan penting dalam menjaga perdamaian dunia.

Oleh: Siti Aminataz Zuhriyah