Islamsantun.org. Salah satu cara agar kita bisa hidup damai berdampingan dengan sesama, baik di lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja, atau di ruang publik lainnya, adalah dengan menanamkan sikap pintar merasa.

Ya, pintar merasa menunjukkan tingkat kesadaran yang tinggi dari seseorang, sekaligus menunjukkan tingkat kedewasaannya.

Seseorang yang pintar merasa, akan dapat menempatkan dirinya dalam setiap kondisi dan kesempatan. Dia tahu persis apa yang harus diucapkan dan di lakukannya dalam setiap keadaan. Dia mampu memilah dan memilih mana yang patut dan mana yang tidak.

Sebalik keadaan, seseorang yang tidak pintar merasa, bahkan seringkali merasa pintar, tidak mampu mengendalikan dirinya dalam setiap keadaan. Dia ingin menunjukkan ‘kelebihan’ dirinya di muka umum. Dia ingin keberadaannya diakui oleh orang lain. Sehingga, kadang-kadang, dia tidak merasa dan tidak sadar bahwa apa yang diucapkan dan dilakukannya sama sekali tidak patut dan tidak etis.

Di dalam al-Qur’an terdapat sejumlah ayat yang menyatakan tentang sikap orang-orang yang tidak sadar atau tidak pintar merasa.

“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” (Q.S. Al-Baqarah : 9)

“Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan. tetapi mereka tidak sadar” (Q.S. Al-Baqarah : 12)

Dua ayat yang penulis kutip di atas menunjukkan, bahwa ada orang yang melakukan perbuatan buruk atau tindak kejahatan, tetapi mereka tidak merasa atau tidak sadar bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah sebuah keburukan atau kejahatan.

Kalau kita kaji lebih jauh, dalam dua ayat tersebut, kata ma yasy’urun dan la yas’urun diartikan dengan ‘tidak sadar’. Padahal jika kita lihat makna harfiah dari kata yasy’urun, yang berasal dari kata sya’ara itu berarti ‘merasa’.

Hemat penulis, setelah melihat keterangan dua ayat tersebut, dapat dipahami bahwa rasa itu sangat berkait kelindan dengan kesadaran.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orang yang pintar merasa adalah orang yang memiliki tingkat kesadaran tinggi. Sedangkan orang yang tidak pintar merasa, atau bahkan merasa pintar adalah orang yang memiliki tingkat kesadaran rendah. Bahkan, bisa jadi dia tidak memiliki kesadaran sama sekali.

So, sampai di sini, benderang sudah perbedaan mendasar antara orang yang pintar merasa dengan yang tidak pintar merasa, bahkan merasa pintar.

* Ruang Inspirasi, Rabu, 9 Juni 2021.