Dalam hidup ini, sangat penting bagi kita untuk bersikap rendah hati. Apalagi ketika memasuki dunia medsos dimana kita berjumpa orang-orang dengan latarbelakang yang berbeda. Ada para sarjana, akademisi dan ilmuwan, ada kaum intelektual dan cendekiawan, ada kyai dan ulama yang memiliki ilmu yang jauh melampaui kita.

Kalau kita merasa sudah mengetahui banyak hal, masih jauh lebih banyak yang belum kita ketahui. Bila kita sudah menguasai beberapa disiplin ilmu, masih jauh lebih banyak disiplin ilmu yang belum kita kuasai. Jika kita merasa sudah pintar, masih jauh lebih banyak orang yang lebih pintar dari kita. Kalau kita sudah merasa hebat, masih jauh lebih banyak orang yang lebih hebat dari kita. Di atas langit masih ada langit lagi.

Jadi nggak perlu merasa paling pintar. Gak perlu merasa paling hebat. Gak perlu merasa paling benar. Lalu petantang petenteng. Siapa yang berbeda dengan kita, kita anggap keliru. Kita anggap sesat. Lalu kita tantang untuk debat. Gak perlu.

Sebab orang-orang yang kita anggap keliru, boleh jadi mereka hanya berbeda perspektif dengan kita. Orang-orang yang kita anggap sesat, bisa jadi karena bacaan mereka lebih luas dari bacaan kita, wawasan mereka lebih kaya daripada wawasan kita, radius pergaulan intelektual mereka jauh lebih berwarna daripada pergaulan intelektual kita dan pengalaman hidup mereka jauh lebih banyak daripada pengalaman hidup kita.

Karena itu penting bagi kita untuk bersikap rendah hati. Teruslah belajar memperluas bacaan dan wawasan, memperkaya radius pergaulan dengan orang-orang di luar bidang kita, sekaligus memperbanyak interaksi dengan orang-orang yang berbeda pandangan dan keyakinannya dengan kita.

Kelak kalau wawasan kita sudah sedemikian luasnya, kita akan senyum-senyum saja menyaksikan berbagai perbedaan di sekitar kita asalkan perbedaan itu tidak memaksakan pandangannya kepada kita dan tidak merampas hak kebebasan pandangan kita. Rendah hatilah kawan