Ojol jadi entitas sosial baru dalam masyarakat Indonesia.
Kelompok ini tidak berideologi, tidak partisan, tidak berlandaskan agama, suku, maupun ras. Mereka lintas bahasa, lintas pendidikan, lintas budaya, dan lintas latar sosial lainnya.
Kesamaan utama yang mempersatukan mereka hanya satu: bukan pemilik modal. Jadi yang mereka pertaruhkan bukan lagi harta, tapi jiwa raga.
Mereka tidak seperti mahasiswa yang punya bendera sendiri-sendiri. Tidak seperti kelompok agamawan yang memiliki orientasi ideologi ormas tertentu.
Mereka tidak menampilkan identitas itu. Mereka murni.
Murni sebagai kerumunan yang chaos, tapi punya solidaritas yang tinggi.
Di sisi lain, mereka bukan serikat atau organisasi masyarakat dengan struktur, pemimpin, dan koordinasi yang jelas.
Ini membuat mereka susah untuk dilemahkan, dipecah belah, atau diadu satu sama lain. Karena tidak ada yang bisa dipegang dari mereka.
Kini, mereka bersatu lagi. Bergerak atas kesamaan nasib yang sama. Penderitaan yang sama.
Alasan sederhana. Alasan yang jadi landasan kenapa negara ini ada. Dulunya.
Winter is coming.
And they know nothing.

