Pengurus HMPS IAT IAIN Surakarta pada (14, 05, 2021) berhasil melaksanakan Bedah Buku “Mitigasi Bencana dan Kearifan Manusia Jawa”. Acara ini merupakan salah satu mega proker yang dirancang pengurus HMPS bidang Keilmuan. Tentunya dengan bantuan seluruh pengurus lainnya acara berlangsung dengan lancar. Meskipun ada sedikit hambatan, dengan kekompakan para pengurus segala yang menghalang akan terlewati dengan mudah.

Acara bedah buku yang kita mulai pada Pukul 09.00-12.00 disambut hangat oleh sang penulis buku “Mitigasi bencana dan kearifan Manusia Jawa” yakni Bp. Dr. Ishlah Gusmian, M.Ag. Beliau selain menjabat sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, beliau juga menjadi ketua pusat kajian naskah dan khazanah islam nusantara. Selain itu sambutan hangat untuk memulai acara juga di sampaikan oleh Bp Dr. Kholilurrahman, M.Si selaku wakil dekan 3 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah bidang kemahasiswaan dan kerjasama FUD. Selanjutnya KH. Tsalis Muttaqin, M.Si selaku kepala program studi llmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Surakarta memberikan sapaan untuk hadirin ketika acara berlangsung. Dengan didampingi Bp. Nur Rahman selaku sekretaris program studi Ilmu Al-quran dan Tafsir dan kang mas Aziz Bashor pratama sebagai Ketua umum Ilmu Al-Quran dan tafsir yang juga menyaambut seluruh hadirin baik dari peserta dan tamu undangan. Terakhir Ahmad Aqiel Azkiya selaku ketua pelaksana juga turut menyambut seluruh hadirin yang berpartisipasi dalam berjalannya acara.

Buku “Mitigasi Bencana dan Kearifan Manusia Jawa” merupakan salah satu karya masterpice nya Bp. Ishlah Gusmian, M.Ag tentang karya pernaskahan yang terbaru. Membuat kami sebagai pengurus HMPS IAT IAIN Surakarta tertarik untuk membedahnya. Dengan mengundang pembanding-pembanding hebat dan memiliki wawasan yang senada dengan tulisan Bp. Ishlah. Pertama yang kita undang sebagai pembanding yakni ada Bp. Dr. Samidi Khalim S.Ag., M.S.I. Sebagai kepala balai litbang Semarang yang Alhamdulillah berkenan hadir saat acara setelah kita sowani untuk menjadi pembanding. Selanjutnya yang kedua ada Bp. Totok Yasmiran, S.S. Sebagai filolog radya pustaka Surakarta. Meskipun belum bisa hadir di lokasi, hanya bisa menyampaikan secara daring. Karena mengingat beberapa pekan lalu musibah yang menimpa beliau sehingga mengharuskan beliau untuk istirahat selama beberapa bulan kedepan. Tapi kami sangat bersyukur karena beliau mau berbagi wawasannya kepada hadirin acara meskipun melalui daring.

Penyampaian materi dari penulis dan kedua pembanding bedah buku tersebut didampingi Moderator acara yang ganteng dan kece yang merupakan mahasiswa IAT Semester 8 bernama mas Yahya Ayash. Sekarang sedang menulis Skripsi yang membahas Naskah Tafsir Soerat Wal-‘Asri Karya St. Khayati, Tafsir beraksara Carakan Jawa koleksi Museum Radya Pustaka Surakarta. Mas Ayash mendampingi jalannya acara mulai dari penyampaian materi oleh 3 orang hebat sampai selesainya acara.

Sedikit mengutip apa yang telah disampikan pemateri ketika acara berlangsung, bahwa Suku jawa sangat  menjunjung tinggi etika dalam pergaulan untuk hidup rukun, damai dan saling menghormati sebagai bentuk penghormatan terhadap orang lain, terlebih kepada yang lebih tua. Baik dalam sikap maupun berbicara.

Prinsip² hidup yang merupakan nilai² filosofis, yg kemudian kita refleksikan dalam kehidupan bermasyarakat jawa diantaranya mengatakan ‘Hamemayu hayuning bawana, ambrasta dur hangkara’. Artinya bahwa manusia hidup didunia harus mengutamakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan saksama, dibandingkan hanya mementingkan diri sendiri. Memberantas sifat murka, serakah dan tamak merupakan kewajiban tiap individu.

Sebab dengan sifat keserakahan itulah tidak hanya merusak hubungan antar manusia saja melainkan juga merusak hubungan dengan alam. Jika telah rusak hubungan kita dengan alam & sesama manusia, maka sudah pasti hubungan kita dengan sang pencipta juga demikian.

Yang perlu kita ingat bersama bahwa hidup itu memanggul amanah penciptaan diantaranya menyembah kepada Allah dan melestarikan alam, itu satu nafas.!!!. Jika kita berbuat buruk kpd alam, maka jangan salahkan alam berbuat buruk kpd kita. Dan jika kita berbuat buruk terhadap sesama, jangan salahkan pula jika mereka akan berbuat buruk kembali kepada kita.

“Jika selama hidup kita selalu menjunjung tinggi hubungan baik dengan siapapun baik dengan alam maupun sesama manusia maka keharmonisan antara Allah-Manusia-Alam akan selamanya terjaga baik” tutur Bp. Samidi Khalim ketika menyampaikan materi.

Setelah seluruh rangkaian acara bedah buku “Mitigasi Bencana Dan Kearifan Manusia Jawa” yang dihadiri oleh peserta umum itu selesai, kami selaku panitia yang bertugas melakukan Evaluasi untuk kedepannya supaya lebih baik lagi. Segala kendala yang terjadi ketika acara berlangsung menjadi pengalaman bagi kita selaku pengurus HMPS IAT IAIN Surakarta. Mengingat mahasiswa IAT baru pertama kali menyelenggarakan kegiatan sebesar itu pasti tidak luput dari kekeliruan dan kekurangan.  (Ahmad Aqiel Azkiya)