Boyolali – Untuk mewujudkan pelaksanaan liga santri besutan Kodim 0724 Boyolali sebagai ajang untuk meningkatkan silaturrohim antar pondok pesantren dan mencari bibit pemain bola yang berkualitas dan berahlaqul karimah di Boyolali, Kodim 0724 Boyolali dan RMI-NU bersepakat melakukan sinergisitas dalam pelaksanaan kepesertaan liga santri Piala Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) tahun 2022 tingkat Boyolali. Kesepakatan ini disampaikan saat dilakukan pertemuan antara Kodim 0724 dengan Pengurus RMI-NU Kabupaten Boyolali di ruang Dandim 0724 pada, Jum’at (27/3).

Pertemuan ini dilaksanakan atas permohonan Pengurus RMI-NU Kabupaten Boyolali yang melakukan keberatan atas pelaksanaan liga santri yang diinisiasi oleh Kodim 0724 Boyolali pada tanggal 24 Maret 2022 di Stadion Pandanarang yang tidak melibatkan pesantren dari unsur Nahdlatul ‘Ulama sebagai peserta. Padahal kalau bicara liga santri selama ini tidak lepas dari pondok pesantren Nahdlatul ‘Ulama melalui RMI-NU.

Hadir dalam pertemuan tersebut Dandim 0724 Letnan Kolonel Arm Ronadl F Siwabessy didampingi Kasdim Mayor Infantri Ismail dan jajarannya. Sementara dari RMI-NU Hadir Ketua RMI-NU Boyolali Kyai Zuhdi Syafi’i, Bendahara RMI-NU Gus Darmaji, dan pegiat Liga Santri Nusantara (LSN) Boyolali Miftachul Huda yang didampingi Satkorcab Banser Boyolali Abdul Rosyid.

Hasil pertemuan tersebut sebagaimana diungkapkan Ketua RMI-NU Boyolali Zuhdi Syafi’i menghasilkan beberapa kesepahaman diantaranya, bahwa pondok pesantren dibawah RMI-NU akan dilibatkan dalam kegiatan liga santri besutan Kodim 0724. Pihak RMI-NU juga akan dilibatkan dalam tim seleksi peserta liga santri dari sisi kesantriannya. Selain itu, hasil liga santri di boyolali nanti akan diwakili nama satu pondok yang menjadi juara ditambah dengan para pemain dari peserta pondok lain yang dianggap bagus dari hasil seleksi oleh tim.

“Alhamdulillah kami bersyukur pak Dandim dapat menerima pengurus RMI-NU dan menjelaskan segala hal terkait kepesertaan liga santri yang tidak melibatkan pesantren NU dan pencantuman logo LSN yang diresahkan para pengasuh pondok pesantren dibawah RMI-NU. Kami bisa memahami masalah itu, dan Kami berharap kedepan sinergisitas dengan RMI-NU dengan Kodim 0724 bisa semakin ditingkatkan. Dengan dilibatkannya pondok pesantren dibawah RMI-NU untuk mengikuti liga santri di Boyolali semakin membuktikan bahwa Kodim 0724 terbuka kepada siapa saja dalam pelaksanan liga santri,” ujar Kyai Zuhdi.

Sementara bendahara RMI-NU Boyolali yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur’an Simo Gus Darmaji yang ikut dalam pertemuan tersebut meminta liga santri yang kemarin berjalan dan hanya diikuti 2 pondok agar dianggap tidak ada sebelum melibatkan semua unsur pondok pesantren. “Kami berharap kepada pak Dandim agar liga santri yang dilaksanakan kemarin dianggap tidak ada dan dilaksanakan lagi dengan melibatkan semua unsur pondok pesantren, diantaranya dari pondok pesantren dibawah RMI-NU,” ujar Gus Darmaji.

Hal ini juga didukung oleh pegiat LSN Boyolali Miftachul Huda agar pelaksanaan liga santri di Boyolali melibatkan semua unsur. Harapannya biar hasilnya bisa maksimal dan tujuan dilaksanakan liga santri sebagai ajang silaturrohim antar pondok pesantren dan mencari bibit pesepakbola santri bisa terwujud. “Kami pada prinsipnya siap membantu Kodim terutama dalam hal seleksi kesantrian dari seluruh peserta yang ada. Karena pada prinsipnya kalau sudah bicara liga santri hal yang paling kita kedepankan dan kita uji adalah Ahlaqul Karimah dan dasar agama para pemainnya. Dalam posisi ini Kami siap membantu. Karena tidak ada kamus pemain yang masuk liga santri akan melakukan tawuran kalau terjadi masalah. Bahkan kita perintahkan agar selalu cium tangan kepada para wasit dan pelatih saat di lapangan bola,” ujar Huda.

Sementara itu, Dandim 0724 Letnan Kolonel Arm Ronadl F Siwabessy dalam penjelasannya menyampaikan bahwa pelaksanaan liga santri ini memang intruksi dari Kasad untuk dilaksanakan di tingkat Kodim dan selanjutnya juaranya dikirim ke Korem. ”Kemarin itu sebenarnya baru tahapan seleksi dan nanti akan dilakukan seleksi lagi. Jadi mohon maaf kalau kemarin belum sempat melakukan koordinasi terutama dengan RMI-NU yang selama ini melaksanakan liga santri. Kami siap menerima masukan dan bersinergisitas untuk pelaksanaan liga santri di Boyolali. Kami akan lakukan rapat internal setelah pertemuan ini,” ujar Ronadl.

Lebih lanjut mantan Dandim Ngawi yang asli Ambon ini juga melakukan klarifikasi terkait pencantuman logo Liga Santri Nusantara (LSN) milik RMI-NU dalam flyer jadwal pertandingan yang beredar luas di media sosial yang memicu masalah karena tidak melibatkan RMI-NU. “Jujur kami dari Kodim tidak membuat, makanya kami juga kaget dan heran. Bisa dilihat saat di lapangan pertandingan, Kami tidak mencantumkan logo LSN sama sekali. Sementara permohonan untuk meniadakan dan menganggap kegiatan liga santri kemarin dianggap tidak ada sebelum melibatkan semua unsur, Kami pada prinsipnya setuju dan nanti kita bicarakan langkah selanjutnya,” ujar Dandim.