Kegiatan Sanlat (Pesantren Kilat) yang berlokasi di Masjid Nurul Iman Sukra, kabupaten Indramayu ini awalnya muncul dari keresahan Amri Mohammad Rizaldy selaku ketua pelaksana Sanlat Ramadhan, serta Dean Ayatullah sebagai wakil ketua pelaksananya melihat para pelajar yang sudah lama tak merasakan euforia belajar normal, yang kemudian menggunakan metode belajar daring (dalam jaringan) dengan tujuan sebagai bentuk upaya pemerintah memutus mata rantai virus. Walaupun kami meyakini banyak spekulasi pandangan soal belajar menggunakan metode daring ini masih banyak mengandung ketimpangan dari pelbagai aspek.

Berangkat dari keresahan itu kami berdua memulai untuk komitmen bersama, menyamakan isi hati, perasaan juga isi kepala. Untuk membuat acara Sanlat Ramadhan yang dikemas secara luar biasa. Terbukti, sekitar kurang lebih satu bulan sebelum ramadhan kami menggodok konsepnya, mencari kepanitiaan & tutor mentoring, membuat manajemen, mencari peserta, hingga mencari biaya operasional pesantren kilat yang berlangsung selama tujuh (7) hari ini.

Namun banyak hal yang tidak terduga, kami berhasil menjaring peserta sanlat sebanyak 140 peserta dengan menggaet kepanitiaan dan tutor mentoring tigapuluh (30) Panitia. Pada kegiatan acara SANLAT RAMADHAN NURUL IMAN 2021 juga kami sudah mendapat legalitas alias berizin, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini ditandai dengan surat dari pengurus masjid dan birokrasi setempat.

Selain itu kegiatan Sanlat Ramadhan yang berlangsung selama 7 hari ini, kami mengadakan kegiatan pada hari ke 7 Santunan anak yatim dan bekerjasama dengan Lazisnu Kecamatan Sukra yang dihadiri langsung ketua Ust. Imam Warnoto. Kemudian ada Lapak Baca Buku, Pelombaan Pildacil, Lomba Membaca Puisi, Lomba MHQ, Lomba Kaligrafi, Lomba Masterchef Ramadhan, Bedah Buku dan Lapak Baca Buku.
Kegiatan ini juga melibatkan beberapa elemen organisasi dan kepanitiaan dari beragam latar belakang. Mulai dari organisasi masyarakat, pelajar, dan otomotif, seperti  XTC, IPNU-IPPNU dan Masih banyak lagi.

Alhamdulillah, pasca penutupan pesantren kilat pada hari senin malam selasa tanggal 3 mei 2021 kemarin. Harapan dari ketua pelaksana Sanlat Amri Mohammad Rizaldy mengungkapkan “Kegiatan Sanlat Ramadhan Nurul Iman 2021 ini banyak disorot masyarakat karna keberhasilan panitia membangun trust kepada mereka, artinya di era disrupsi teknologi dan informasi ini kami masih percaya mereka bisa meninggalkan gawai dan terbukti kami menyelenggarakan acara yang berlangsung selama 7 hari dengan peraturan tidak diperbolehkanya membawa gawai saat kegiatan berlangsung, selain itu semoga di momentum ini, menjadi pengalaman berharga kedepan untuk para panitia dan pemuda setempat” tuturnya.

*Dean Ayatullah, Ketua PAC IPNU Sukra Indramayu.