BERITA – HMPS KPI, Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta bekerja sama dengan Marjin Kiri, Project Multatuli, selenggarakan diskusi buku “Tersungkur dan Tetap Melawan” pada Rabu (3/6/2026) di Aula Lantai 2 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh mahasiswa, akademisi, pegiat literasi, dan masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu-isu sosial serta jurnalisme.
Diskusi buku tersebut menghadirkan tiga narasumber: Bambang Muryanto (Penulis dan AJI Yogyakarta), Hanifah Islamiyah (Dosen Komunikasi Universitas Sebelas Maret Surakarta), dan Abraham Zakky Zulhazmi (Dosen KPI UIN Raden Mas Said Surakarta). Adapun jalannya diskusi dipandu oleh Nur Fatimah (dosen KPI UIN Raden Mas Said Surakarta).
Acara diawali dengan sambutan Ketua Umum HMPS KPI, Claudia Shinta, yang menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta atas kepercayaan yang diberikan kepada HMPS KPI untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadi ruang belajar dan bertukar gagasan bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. Ia juga mengapresiasi Marjin Kiri yang konsisten menerbitkan buku yang dapat mengasah nalar kritis mahasiswa.
Buku “Tersungkur dan Tetap Melawan” merupakan kumpulan 14 reportase pilihan Project Multatuli yang merekam berbagai bentuk perlawanan masyarakat terhadap ketimpangan sosial, konflik agraria, proyek pembangunan, dan berbagai persoalan yang muncul akibat relasi kuasa antara negara, korporasi, dan warga.
Dalam diskusi, Bambang Muryanto menekankan pentingnya jurnalisme yang mampu menghadirkan suara kelompok yang selama ini kurang mendapatkan ruang dalam pemberitaan. Sementara itu, Hanifah Islamiyah dan Abraham Zakky Zulhazmi mengajak peserta untuk melihat reportase sebagai sarana membangun kesadaran kritis terhadap persoalan sosial di masyarakat.
Buku “Tersungkur dan Tetap Melawan” diharapkan menjadi bacaan wajib mahasiswa prodi ilmu komunikasi atau prodi jurnalistik karena memuat reportase berkualitas yang dapat dijadikan rujukan.
Sesi tanya jawab berlangsung aktif. Salah satu peserta menanyakan bagaimana peran anak muda dalam menyuarakan aspirasi melalui media sosial. Narasumber menjelaskan bahwa media sosial dapat menjadi sarana edukasi, advokasi, dan membangun solidaritas, selama digunakan secara kritis, bertanggung jawab, dan didukung literasi digital yang baik.
Peserta lain mempertanyakan ukuran keberhasilan pemerintah saat ini, apakah berdasarkan banyaknya pembangunan infrastruktur atau sejauh mana masyarakat merasa terbantu dan dilibatkan.
Menanggapi hal tersebut, narasumber menyampaikan bahwa pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah proyek yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta keterlibatan warga dalam proses pembangunan.
Marjin Kiri membagikan tiga buku “Tersungkur dan Tetap Melawan” kepada para penanya terpilih. Selain itu, penerbit tersebut juga menghibahkan sejumlah buku untuk perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap diskusi buku dapat menjadi ruang dialog yang mendorong tumbuhnya budaya literasi, kesadaran kritis, dan kepedulian terhadap isu-isu publik.
