Islamsantun.org. Abah Luthfi panggilan akrab dari Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, seorang ulama tasawuf, mursyid tarekat dan pemimpin tertinggi Rais ‘Am Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN), sebuah organisasi badan otonom dari NU yang menaungi tarekat-tarekat mu’tabarah yang ada di Indonesia.

JATMAN itu banom NU. Khidmah di JATMAN, sama artinya dengan khidmah di NU. JATMAN itu, ya NU NU juga.

Pengunduran diri Abah dari Mustasyar PBNU, karena Abah ingin fokus mengurus JATMAN. Double dan triple jabatan di NU, kadang tidak efektif bagi organisasi NU itu sendiri.

Jadi, bukan karena tidak sreg dengan PBNU yang sekarang, apalagi jika dikatakan sebagai bentuk mufaraqah Abah. Terlalu berlebihan itu…

Di samping Abah juga punya tugas lain sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), ketua kelompok ahli BNPT dan jabatannya lainnya.

Kehadiran Abah dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme sangat diperlukan, mengingat radikalisme dan ancaman terorisme adalah akibat dari hilangnya dimensi spiritual (tasawuf) dari ajaran agama. Di tangan kelompok radikal-teroris, agama menjadi serba formal, baku, beku dan kaku.

Formalisme agama membuat agama kehilangan esensinya, yaitu, sebagai media penghubung manusia dengan Allah swt dalam bentuk ibadah ritual dan dengan sesama, dalam bentuk interaksi sosial yang bermoral.

Hilangnya dimensi spiritual (tasawuf) dari agama menjadikan agama kehilangan keindahannya. Agama tidak lagi mempesona dan kehilangan daya tarik.

Perjuangan Abah melalui JATMAN, BNPT, dan lembaga lainnya, ingin mengembalikan spiritualitas agama (tasawuf) dalam kehidupan. Tasawuf merupakan metode dan solusi fundamental bagi krisis umat manusia.

Hanya dengan spiritualitas (tasawuf), radikalisme dan terorisme dapat ditanggulangi sampai kepada sisi paling dalam dari diri seorang manusia, yaitu ruhani.

Kecintaan Abah kepada tanah air Indonesia membuat Abah terus bergerak dari satu majlis ke majlis yang lain guna menanamkan, merawat dan menyuburkan rasa cinta tanah air Indonesia.

Abah juga menginisiasi organisasi Pecinta Tanah Air Indonesia (PETANESIA) sebagai motor penggerak dan penggelora rasa cinta tanah air Indonesia tanpa memandang SARA. Wadah bagi para muhibbin Abah dan muhibbin Indonesia.