Bulan Ramadan merupakan bulan yang dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Bulan ini merupakan bulan yang mulia sehingga umat muslim sangat menantikannya. Pada bulan ini setiap kegiatan yang positif mendapatkan ganjarannya, dari dia bangun tidur sampai dengan tidur lagi.

Bagaimana tidak dinantikan? Menjelang kedatangannya saja sudah menimbulkan banyak keceriaan. Setiap negara maupun setiap suku mempunyai ciri khas tersendiri untuk menyambut kedatangannya. Ada yang berbelanja untuk keperluan takjil dan juga ada yang berziarah ke makam keluarga yang sudah meninggal. Lalu ada pula yang menyambut bulan Ramadan ini dengan bersih-bersih rumah dan juga bersih-bersih masjid.

Mereka yang bersih-bersih masjid juga merasakan keceriaan karena bisa bersenda gurau dengan rekan-rekannya. Ada juga yang menyambut Ramadan ini dengan cara mandi di sungai atau renang di kolam renang atau di sumber-sumber air lainnya. Semua kegiatan tersebut merupakan keceriaan-keceriaan yang dilakukan selama penyambutan bulan Ramadan. Selain itu dalam hal menikmati bulan Ramadan ada yang mudik untuk bertemu dengan sanak saudara dan juga keluarga ada pula yang menikmati bulan Ramadan di tanah rantauan.

Selama bulan Ramadan pun juga demikian banyak sekali keceriaan yang terjadi seperti bukber, ngabuburit, dan lain-lainnya. Bagi anak kecil yang menunaikan puasa Ramadan, mereka akan berebut tanda tangan para imam. Lalu di setiap masjid akan melaksanakan TPA untuk anak kecil supaya mereka juga bisa membaca Al-Qur’an walaupun hanya satu ayat.

Selain itu, untuk anak-anak juga mendapatkan keceriaan disaat setelah salat Subuh mereka bisa jalan-jalan dan menyalakan petasan sambil bersenda gurau. Kemudian, ada juga keceriaan disaat melaksanakan buka bersama. Dalam proses buka bersama ini sering sekali terjadi drama-drama sampai akhirnya bisa terlaksana buka bersamanya. Lalu dalam buka bersama ini juga terdapat keceriaan tersendiri yang mana kita bisa reunian dengan teman-teman sekolah.

Dalam proses reunian ini banyak sekali pembahasannya bagi mereka yang sudah lulus sekolah, bisa membahas seputar masa lalu dan juga kegiatan yang di lakukan saat sudah lulus. Lalu bagi yang masih sekolah, bisa merekatkan kembali kekeluargaan dalam kelas atau untuk sekadar bersenang-senang supaya hati bisa ceria kembali. Dan bagi mereka yang sudah berkeluarga, bisa bertukar pengalaman kepada rekan-rekannya.

Di bulan Ramadan ini juga ada terdapat keceriaan yang lain yaitu setiap komunitas atau organisasi akan mengadakan berbagi takjil di jalan-jalan. Dalam proses berbagi takjil di jalan ini juga memberikan keceriaan bagi pengguna jalan dan juga bagi mereka yang mendapatkannya. Karena saat berbagi itu tidak hanya pengguna jalan saja, tapi juga ada pemulung atau tukang becak dll. Selain itu selama bulan Ramadan kita juga bisa melakukan ngabuburit untuk sekedar mencari menu berbuka. Saat melakukan ngabuburit itu sendiri juga terdapat keceriaan sendiri.

Tulisan ini merupakan kerjasama antara UKM LPM Dinamika dengan “islamsantun.org”.

Dewa Alfaquin Faturangga, adalah mahasiswa program studi Sejarah Peradaban Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta.