Islamsantun.org. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (Nabi Muhammad Saw)

Tak bosan-bosannya saya mengutip sabda Nabi Saw yang sangat inspiratif dan visioner ini. Karena kandungan maknanya yang demikian dalam, jika kita mau merenungkannya.

Ya, manusia terbaik adalah yang kehadirannya memberi manfaat bagi orang lain di sekitarnya. Manusia terbaik adalah yang keberadaannya menjadi solusi, memberi rasa nyaman, menghadirkan kedamaian, menciptakan kesejukan.

Contoh paling nyata adalah Rasulullah Saw. Kehadiran beliau di setiap tempat dan kesempatan selalu memberikan kesejukan, melahirkan kedamaian, menciptakan kenyamanan. Tidak pernah sekali pun terbaca dalam sejarah hidup beliau (Sirah Nabawiyah), bahwa keberadaan Rasulullah Saw membuat kekacauan, menciptakan keonaran, menghadirkan ketidaknyamanan.

Beliau adalah prototipe ideal manusia sempurna (insan kamil). Ucapan, tindakan serta sikap beliau adalah cerminan ajaran al-Qur’an yang merupakan terjemah atas ungkapan “rahmatan li al-‘alamiin” ( rahmat untuk semesta). Sehingga tepat jika beliau disebut sebagai “The Living Qur’an” atau Al-Qur’an yang Hidup.

Pesan Rasulullah Saw di atas adalah bahwa hendaknya setiap orang selalu berusaha untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain. Karena dengan cara inilah ia akan memperoleh posisi yang mulia di mata manusia, dan tempat yang tinggi di sisi Allah SWT.

Di antara cara untuk menghadirkan manfaat, menjadi solusi, serta memberi kebaikan kepada orang lain adalah dengan berkarya untuk kemanusiaan. Apa pun profesi serta pekerjaan kita, sedapat mungkin untuk menghadirkan karya yang bermanfaat bagi orang lain.

Jika kita seorang ustadz, guru atau dosen yang punya tanggung jawab untuk mendidik para santri, murid, serta mahasiswa, maka tunaikanlah tugas mulia tersebut dengan penuh dedikasi, berlandaskan niat yang tulus, berorientasi ibadah, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme.

Berikanlah kepada anak didik kita kemampuan terbaik yang kita miliki. Ciptakan karya serta inovasi dalam mengajar dan mendidik mereka, agar mereka pun kelak menjadi manusia-manusia terbaik.

Jika kita seorang pedagang, berikanlah pelayanan terbaik untuk para pembeli dan pelanggan kita. Hiasi cara berdagang kita dengan kejujuran, keramahan, serta terus meningkatkan kualitas produk barang dagangan kita, sehingga pembeli dan pelanggan kita merasa aman dan nyaman.

Jika kita seorang pejabat yang tengah berkuasa, maka berkhidmatlah, layanilah rakyat sepenuh hati segenap rasa. Bukankah Rasulullah Saw pernah mengingatkan, “Sayyid al-qaumi khaadimuhum”? Pemimpin suatu kaum adalah pelayannya. Buatlah aturan serta kebijkan yang berpihak kepada rakyat, bukan hanya menguntungkan kelompok serta golongan tertentu saja.

Jika kita seorang penulis, lahirkanlah karya-karya yang bermanfaat, menggugah dan menginspirasi masyarakat pembaca. Jangan pernah meracuni pembaca dengan karya-karya yang merusak moral, menghancurkan masa depan anak bangsa.

Teruslah berkarya tanpa jeda, untuk menghadirkan manfaat sepanjang masa.

Singkatnya, apa pun pekerjaan dan profesi yang saat ini kita miliki dan jalani, jadikan sebagai ladang amal untuk beribadah kepada Allah, berbuat baik kepada sesama, menebar manfaat sebanyak-banyaknya.

* Ruang Inspirasi, Ahad, 25 Juli 2021.