Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya oleh seluruh umat muslim di dunia. Bukan hanya oleh golongan anak kecil saja, bahkan anak muda hingga lansia sangat menanti kedatangan bulan istimewa ini. Seperti sifatnya yang sangat dinantikan, bulan ini hanya datang satu kali dalam setahun. Sehingga banyak orang yang khawatir tidak dapat berjumpa lagi dengan bulan suci ini pada tahun selanjutnya.

Pada bulan ini, identik dengan banyak kegiatan religius. Seperti misalnya, tadarus, sholat sunah Tarawih, dan yang wajib yaitu puasa satu bulan penuh. Ketika menyelesaikan semua rangkaian kegiatan di atas, tentu akan menjadi sebuah kebanggaan ketika hari raya tiba. Hari kemenangan yang kehadirannya tak kalah dinantikan. Tetapi tak jarang, sebelum genap satu bulan, keistiqomahan menurun sehingga Semangat untuk terus beribadah penuh pada bulan ini menjadi berkurang. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi yaitu kehadiran tamu istimewa.

Kehadiran tamu istimewa memang sangat menggembirakan. Namun ketika tamu istimewa lainnya datang, menuntut kita untuk sejenak bermanja. Tamu ini misalnya sakit, datang bulan, atau uzur lainnya yang mengharuskan kita untuk libur berpuasa. Padahal, meninggalkan puasa wajib pada bulan suci ini sangatlah berat. Mengingat harus mengganti pada bulan berikutnya. Namun sesuatu yang dipaksakan dapat berdampak buruk. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk menyambut ujian-ujian dari Allah dengan baik. Baik ataupun buruk, didalamnya pasti terdapat secuil kenikmatan.

Ketika seseorang harus mendapatkan dosis ketika seharusnya ia tidak makan ataupun minum, tentu hukum puasa ramadhan yang semula wajib ini dapat menjadi makruh ketika dipaksakan. Sakit memang merupakan sebuah ujian dan juga anugerah. Maka kita patut bersyukur apabila masih diberikan sakit. Banyak orang ditengah kita yang tidak merasakan kenikmatan ini. Meskipun sakit juga termasuk salah satu ujian, karena kita diharuskan untuk sabar dan ikhlas. Tetapi sakit juga termasuk salah satu anugerah bahkan kenikmatan, ketika sabar dan ikhlas telah kita terapkan, maka hanya bertawakallah yang dapat dilakukan.  Seseorang yang diuji dengan sakit, dijamin oleh Allah atas pengkabulan doa dan penghapusan dosanya. Lalu, nikmat mana lagi yang masih harus dipertanyakan?

Sebagai hamba yang selalu berusaha taat kepada Rabb-nya, meninggalkan salah satu hal wajib dalam ritual ibadahnya merupakan salah satu ujian terberatnya. Namun akan lebih baik apabila kita sebagai hamba Allah selalu bersyukur dan menerima apapun kehendak-Nya.

Sangat menyedihkan memang, kedatangan uzur pada bulan mulia ini. Semoga kita semua senantiasa Istiqomah dan diberikan kesehatan serta kesempatan beribadah pada bulan penuh berkah, bulan suci Ramadan.

Tulisan ini merupakan bentuk kerja sama antara UKM LPM Dinamika dengan islamsantun.org

Ardelia Regita Cahyani, Mahasiswi manajemen bisnis syariah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.