إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لَا نَبِيَّ وَرَسُوْلَ بَعْدَهُ . اَلَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّ الرَّحْمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ . اَمَّا بَعْـدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ تَعَالَى فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ . وَقَالَ فِيْ آيَةٍ أُخْرَى : فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (آل عمران :159)

 

Jamaah sholat Jum’ah Rahimakumullah, wa Rodhiya Ankum Wabaroka lakum. Semoga kita semua, keluarga kita dan saudara-saudara kita dimana saja berada selalu berada dalam rahmat Allah, mendapat keridhoan Allah dan selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT serta mendapat perlindungan dari segala bahaya dan penyakit. Amin ya robbal alamin.

Hadirin Jamaah Sholat Jumat yang dimuliakan Allah

Melalui mimbar ini, saya berwasiat kepada saya sendiri dan kepada para jamaah sholat jumah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Bertakwa berarti selalu menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Dimana saja kita berada, sikap ketakwaan ini hendaknya menjadi bagian dalam keseharian kita.

Dalam kesempatan ini, saya ingin sedikit menjelaskan tentang salah satu cabang iman yang ke-75 sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Muhammad Nawawi dalam kitab Syuabul Iman dan diterjemah oleh simbah Kiai Bisyri Mushtofa Rembang dalam kitab Durarul Bayan fi tarjamati Syuabil Iman yakni hormat kepada orang tua dan welas asih atau sayang kepada orang yang lebih muda.

Salah satu adab yang penting kita wariskan kepada generasi penerus adalah mengajarkan tentang tata cara menghormati orang tua. Orang tua disini tidak hanya orang tua kandung tetapi luas cakupannya misalnya orang yang lebih tua secara umur. Dengan kata lain, tidak hanya orang tua secara biologis yang telah melahirkan kita tetapi juga orang tua secara sosial yakni orang-orang tua yang tinggal dan berada di lingkungan kita.

Di dalam Al Quran Surat An Nisa ayat 36 Allah berfirman

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya :

Dan Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.

Simbah Bisyri Mushtofa menjelaskan bahwa jika kita mau menghormati orang tua, maka orang yang kita hormati pasti akan merasa senang dan bahagia. Rasa senang dan bahagia yang ada pada orang tua akan membuat orang tua kita mendoakan secara ikhlas dan dengan hati yang lapang.

Dalam sebuah kesempatan, Nabi bersabda

رِضَا اللهِ فِيْ رِضَا الْوَالِدَيْنِ، وَسَخَطُ اللهِ فِيْ سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ»

Artinya :

Keridhoan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua. Dan kemarahan Allah itu terletak pada kemarahan orang tua (HR Tirmidzi)

Jika kita berbuat durhaka dan bersikap buruk terhadap orang tua, maka orang tua tersebut akan merasa tidak senang dan bisa menjadi murkan. Naudzubillah min dzalika. Hal yang sama jika kita berbuat kepada orang yang lebih muda. Semakin kita berbuat baik, maka mereka juga akan merasa senang dengan kita. Sebaliknya, jika kita berbuat buruk dan merugikan, maka anak-anak muda tersebut juga akan merasa tidak suka dengan kita.

Hadirin Jamaah Sholat Jumat yang dimuliakan Allah

Ijinkanlah saya menukil sebuah kisah tentang Alqomah, salah satu sahabat Nabi sebagaimana ditulis dalam kitab Irsyadul Ibad pada halaman 91-92. Sahabat Alqomah adalah profil sahabat yang taat beribadah, rajin melakukan sholah, puasa dan sedekah. Suatu hari, Alqomah jatuh sakit dan tidak berdaya. Istrinya lalu mengirim utusan kepada Rasulallah SAW untuk memberitahu kondisi suaminya tersebut. Mendengar kabar tersebut, Nabi lalu mengirim 3 sahabat yakni Ammar, Bilal dan Shuhaib.

Ketiga sahabat ini diperintahkan untuk mendatangi Alqomah. Begitu bertemu Alqomah, kondisinya sudah nazak atau sakaratul maut. Ketiga sahabat ini lalu menuntun Alqomah untuk membaca syahadat. Sayangnya, mulut Alqomah seakan terkunci dan tidak bisa mengucapkan kalimat syahadat. Melihat kondisi ini, ketiga sahabat ini lalu memberi kabar kepada Nabi.  Nabi lalu bertanya, “Apakah orang tua Alqomah atau salah satunya masih ada yang hidup?” Lalu mereka menjawab, “Ibunya masih hidup ya Rosul, tapi sudah sangat tua.”

Singkat cerita, Ibunya Alqomah ini lalu menemui Nabi. Nabi lalu bertanya tentang pendapat ibunya terhadap Alqomah. Ibunya menjawab, “Alqomah adalah putra yang rajin sholat, rajin puasa dan rajin sedekah. Sayangnya, Alqomah lebih mementingkan istrinya dan durhaka kepadaku.” Nabi lalu berkata, “karena ibunya Alqomah murka, maka Alqomah tidak bisa membaca syahadat.”

Nabi lalu memerintahkan Bilal untuk mengumpulkan kayu bakar. Bilal heran dan bertanya, “Untuk apa kayu bakar tersebut?” Nabi menjawab, “Aku akan membakar Alqomah.” Ibu Alqomah lalu merajuk, “Ya rosul, bagaimanapun Alqomah adalah anakku dan darah dagingku. Aku tidak akan tega melihat dia dibakar dihadapanku.” Nabi menjawab, “Wahai Ibu Alqomah, siksaan Allah jauh lebih dahsyat dan abadi. Jika kamu tidak ingin hal ini terjadi, maka engkau harus ridlo terhadap Alqomah. Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, shalat, puasa, dan sedekah ‘Alqamah tidak ada manfaatnya selama engkau masih murka kepadanya.”

Mendengar penjelasan Nabi, Ibu Alqomah lalu berkata, “Wahai Nabi, aku bersaksi dihadapan Allah, malaikat dan seluruh umat Islam yang hadir disini, aku sungguh-sungguh telah ridho terhadap Alqomah.” Setelah ibu Alqomah memaafkan Alqomah dan meridhoinya, Nabi lalu memerintahkan Bilal untuk melihat kondisi Alqomah. Bilal lalu mendengar Alqomah sudah bisa membaca syahadat dan seketika meninggal dunia. Bilal lalu masuk ke rumah Alqomah dan berkata kepada orang yang ada di dalam rumah Alqomah tersebut, “sesungguhnya, murka ibunda Alqomah yang membuat Alqomah sulit mengucapkan syahadat di akhir hayatnya.”

Nabi lalu bertakziah. Pada saat pemakaman, Nabi berdiri di dekat kuburan Alqomah dan berpidato, “Wahai kaum Muhajirin dan Anshar, siapa saja yang mementingkan istrinya daripada ibunya, maka laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia adalah untuknya. Allah tidak akan menerima kebaikan dan keadilannya kecuali ia bertobat kepada Allah, memperbaiki sikapnya kepada ibu, dan berusaha mengejar ridlanya. Sesungguhnya ridla Allah berada pada ridla ibu. Murka Allah juga berada pada murka ibu.”

Cerita ini memberi kita banyak hikmah dalam kehidupan. Sebagai seorang anak, kita harus terus menerus berbakti kepada orang tua. Tidak ada kata putus dalam berbakti meski kita sudah berumah tangga. Kita harus pandai berbagi waktu dengan urusan rumah tangga dan keadaan orang tua kita.

Sebagai orang tua, kita diingatkan bahwa meskipun anak kita mungkin terkadang tidak sesuai dengan keinginan kita atau bahkan berbuat durhaka kepada kita, maka sebagai orang tua wajib memelihara rasa welas asih dan rasa sayang serta ridho kepada anak kita. Betapa akhirnya Alqomah bisa mengucapkan syahadat karena ridho ibunya.

Semoga kita semua selalu dituntun Allah untuk bisa berbuat kepada orang tua dan dimudahkan untuk selalu berusaha menghormatinya dan mempergaulinya dengan baik jika masih hidup dan senantiasa mendoakan orang tua jika sudah meninggal dunia.[]

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ.  أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ  فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

الخطبة الثانية

الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه كما أمر ، أحمجه سبحانه وتعالى واشكره ، واشهد ان لا اله الا الله وحده لاشريك له ارغاما لمن جحد به وكفر ، وأشهد ان سيدتا ونبينا محمدا عبده ورسوله سيد البشر ، أللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه ما اتصلت عين بنظر وأذن بخبر وسلم تسليما كثيرا.

أما بعد ، فيا ايها الناس أوصيكم ونفسى بتقوى الله عز وجل فانها نعم الزاد الى الاخرة ، وتزودوا فان خير الزاد التقوى ، واتقون يا اولى الالباب ، فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره .

واعلموا أن الدنيا دار فناء ومألها الى الزوال وكل من عليها فان ولايبقى الا وجه ربك ذو الجلال ، فما اسعد عبدا طلقها واقبل على رب العالمين وما أحسن من عامل الناس بالمعروف والاحسان واللين .

فاتقوا الله عباد الله ، وصلوا وسلموا على من امرتم بالصلاة والسلام عليه عموما بقوله ولم يزل قائلا عليما : ان الله وملائكته يصلون على النبى يا ايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما . اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه عدد ما كان وما يكون ،

فعليكم بالصلاة والسلام على صاحب السنة ، فقد قال صلى الله عليه وسلم : اكثركم علىَّ صلاة اكثركم ازواجا فى الجنة ، وبالصلاة عليه تنال الاجر والفوز والقبول والمنة ، وبالصلاة عليه تنحل العقد وتنفر الكرب وتقضى الديون .

اللهم صل وسلم عليه وارض اللهم عن الائمة الاربعة الخلفاء الراشدين المهديين ابى بكر وعمر وعثمان وعلى وعن بقية العشرة الكرام وعن سائر الصحابة اجمعين والتابعين لهم باحسان الى يوم الدين وارحمنا معهم برحمتك يا ارحم الراحمين .

اللهم أعز الاسلام والمسلمين ، واحم حوزة الدين ، وانصر جيوشك المسلمين الموحدين ، والف بين قلوي عبادك امؤمنين ، واجمع كلمتهم على الحق يا رب العالمين . اللهم وفقنا لطاعتك وخدمتك وما تحبه وترضاه . اللهم نق قلوبنا من الحقد والحسد والطمع والبغضاء والمعاداة. اللهم حسن ختامنا بالتوفيق ، وتوفنا على كلمة لا اله الا الله محمدا رسول الله صلى الله عليه وسلم .

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات، انك يا الله سميع قريب مجيب الدعوات برحمتك يا ارحم الراحمين . اللهم اغفر لنا ولاخواننا الذين سبقوا بالايمان ولا تجعل فى قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا انك رؤوف رحيم . عباد الله ، ان الله يأمر بالعدل والاحسان ، وايتاء ذى القربى  وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغى ، يعظكم لعلكم تذكرون ، فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكر الله اكبر والله يعلم ما تصنعون . أهـ