Islamsantun.org. Sabtu Malam Ahad, 28 Agustus 2021 Jama’ah Pengajian Kitab Tafsir Jami’ul Bayyan Masjid Jami’ Nurul Huda, Butulan, Makam Haji, Sukoharjo asuhan Al Mukarrom Romo Kyai Ahmad Muhamad Mustain Nasoha Al Hafidz (Gus Mustain) dari Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Solo melaksanakan Khataman Surat Al-Baqarah dan Ziarah ke Makam KH. Muhammad bin Sulaiman bin Zakariya di Pemakaman Pulo, Pajang, Laweyan (satu komplek dengan Makam KH. Ahmad Sofawi, KH. Muhammad Aminudin dan KH. Muhamad Umar Fauzi). KH. Muhammad bin Sulaiman bin Zakariya yang lebih akrab dipanggil Mbah Kaji Muhammad ini adalah Menantu KH. Ahmad Sofawi (Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta).

Dalam mauidzohnya Gus Mustain menjelaskan bahwa Mbah Kaji Muhammad lahir di Solo, Ahad wage tanggal 14 syawal 1329 H, semenjak kecil sudah belajar agama secara tekun. Guru beliau tersebar baik di dalam maupun luar negeri. Adapun guru KH. Muhammad bin Sulaiman antara lain KH. Sulaiman bin Zakariya, KH. Munawwir bin Abdullah Rosyad Krapyak, KH. Dimyati Termas, KH. Mahfudz Termas, KH. Muhamad Hasyim Asyari, Sayyid Ahmad bin Abdulloh As-Segaf, Syaikh Abdul ‘Aziz Asy-Syimiy Al-Mishriy, Syaikh ‘Aliy Thoyyib Al-Madaniy, Sayyid Abdulloh Al-Athas, Syaikh Muhammad ‘Aliy bin Husain Al-Malikiy (ketika belajar di Kota Mekah), Syaikh Al-‘Allamah Ibrohim bin ‘Abdul Qodir Barriy Al-Madaniy (ketika belajar di Madinah), Sayyid Muhsin bin ‘Abdulloh As-Segaf dan masih banyak lagi ulama di dalam maupun luar negeri yang menjadi gurunya.

Mbah Kaji Muahmmad merupakan ulama yang memiliki sanad Al-Quran yang cukup banyak dan memiliki banyak sekali karya monumental yang dikaji di Pondok Pesantren maupun perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri. Misalnya Kitab Tafsir Jami’ul Bayan berjumlah 3 jilid di mana tiap jilidnya sekitar 500 halaman, Kitab Al-Burhan ‘ala Wahy al-Quran, Kitab Manasik Haji, Kitab Syarah Asma’ul Husna dan syarahnya, Kitab Fadhoilul, Kitab Manaqib Imam syafi’I dan masih banyak lainnya.

Lautan Ilmu dan Kealiman Kaji Muhammad sudah masyhur, “Dahulu Syekh Muhammad Yasin Al Fadani (Ulama yang terkenal pemegang sanad dunia atau musnidud dunya) pernah datang ke Mangkuyudan (PP. Al Muayyad Solo) bertemu KH. Abdul Rozaq Sofawi. Beliau berkata kepada Mbah Rozaq bahwa jauh-jauh datang ke Solo untuk bertemu  pengarang Tafsir Jamiul Bayan 3 jilid. Lalu Mbah Yai Rozaq mengantar Syekh Yasin Al Fadani ke Tegalsari ndalem Mbah Muhammad, ketika sampai di dalam Mbah Muhammad, Syekh Yasin langsung bersimpuh di hadapan Mbah Kaji Muhammad dan berharap bisa diakui sebagai muridnya dan mendapatkan sambungan samudra sanad keilmuan dimiliki Mbah Kaji Muhammad. Mbah Kaji Muhammadpun menerimanya”. Kata Gus Mustain, mengisahkan kisah yang didapatkan dari KH. Abdurrozaq Sofawi.

Diakhir hayat Mbah Kaji Muhammad ini, sebelum meninggal beliau datang ke ndalem KH. Abdurrozaq Sofawi, beliau bercerita bahwa baru saja bermimpi bertemu Rasulullah, Rasulullah dalam mimpinya menjemput Mbah Haji Muhammad dan diminta memayungi Rasulullah pulang kesuatu tempat yang mulia dan indah. Kemudian Mbah Kaji Muhammad bilang kepada KH. Abdul Rozaq Sofawi bahwa sebentar lagi beliau akan meninggal dunia. Dan benar, berselang hanya beberapa hari beliau meninggal dunia.

Semoga semua hajat dan harapan kita dimudahkan oleh Allah dan kita semua mendapatkan ridho Allah SWT. Amiin

Ketua Takmir Masjid : Ahmad Karim